MAKASSAR, BKM– Lorong akan jadi salah satu tumpuan perekonomian di Makassar. Untuk itu, digelar diskusi Ekonomi Lorong yang merupakan kerja sama Relawan Kalla dan Laskar Baberong Kota Makassar. Pada hari Selasa (3/11), kegiatan ini berlangsung di Jalan Nusa Indah Nomor 2.
Pendamping narasumber Taqyuddin Djabbar, mengatakan diskusi ekonomi lorong merupakan sosialisasi Munafri Arifuddin dan Rahman Bando untuk membangkitkan ekonomi lorong. Dengan alasan ekonomi lorong adalah sebuah sosiologis dan sebuah kekuatan tangguh yang punya gotong-royong perekonomian masyarakat kota Makassar.
“Kalau kita bangkit dari lorong, maka ekonomi ke depan akan lebih baik lagi. Kedua adalah rata-rata yang terimbas dari covid saat ini adalah masyarakat di lorong, sementara mereka tidak punya tabungan. Dibutuhkan pendekatan untuk memotivasi, sehingga perlu pendampingan dan komitmen menjalankan ekonomi secara pelan-pelan,” ujar Taqyuddin.
Selain itu, menurutnya, masyarakat lorong butuh semangat. Sebab yang menjadi persoalan selama ini, tidak ada kepedulian dan tidak ada perhatian pemerintah. “Dengan adanya diskusi seperti ini, bisa menguatkan mereka,” tandasnya.
Sementara itu, Pendiri Laskar Baberong Kota Makassar Muhammad Ridwan, mengungkapkan masyarakat yang bermukim di lorong harus memiliki daya saing ekonomi yang terus meningkat, sehingga akan menjadi penentu kemakmuran kota Makassar. Selain itu, dibutuhkan komitmen pemerintah dalam mendukung usaha mikro dan kecil dilorong agar bisa tumbuh dan berkembang.
“Di dalam diskusi ekonomi lorong ini ada banyak hal yang disampaikan pelaku usaha lorong. Utamanya terkait akses perizinan dan modal usaha. Karena untuk mengakses dan memperoleh kemudahan modal usaha, itu cukup tertutup bagi usaha kecil karena dikuasai oleh pengusaha besar,” jelasnya. (ita)
Warga Lorong Butuh Kemudahan Akses Modal Usaha
×

