PANDEMI covid-19 telah berlangsung lama dan hingga saat ini masih tetap ada. Di tengah kondisi seperti itu, roda ekonomi perlu digerakkan agar masyarakat tidak kian terpuruk. Pelonggaran di sejumlah sektor pun dilakukan. Salah satunya bidang pariwisata.
Di Sulawesi Selatan, daerah dengan destinasi wisata yang cukup diminati adalah Kabupaten Toraja Utara. Pemerintah setempat kini telah membuka delapan obyek wisata yang bisa dikunjungi. Tentunya disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Toraja Utara Amson Padolo, menegaskan bahwa apa yang dilakukannya saat ini mengacu pada kebijakan pemerintah pusat, yang menginginkan adanya keseimbangan. Yakni bergerakanya roda perekonomian masyarakat dan mampu meredam penyebaran covid-19.
”Tempat wisata menjadi salah satu sektor yang dapat mengangkat sektor perekonomian daerah, khususnya di Toraja Utara. Jadi secara bertahap kami telah membuka tempat-tempat destinasi wisata. Ada delapan yang dibuka,” ujar Amson di sela-sela mengikuti sejumlah kegiatan di Makassar, Sabtu (21/11).
Kebijakan tersebut berdampak baik terhadap kunjungan wisatawan di daerah ini. Ketika berlangsung libur panjang beberapa waktu lalu, banyak orang yang berkunjung. Bahkan penginapan dan hotel full booking.
”Bagaimana kami menyikapi kondisi ini? Kita melibatkan forkopimda di dalamnya. Bupati sebagai ketua Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten telah melakukan pertemuan khusus. Kami meminta bantuan personel polisi dan tentara untuk menjaga sektor-sektor wisata,” terang pria yang juga menjabat kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Pemrov Sulsel.
Lebih jauh, putra Toraja ini menjelaskan, aparat kepolisian dan TNI dilibatkan dalam penjagaan serta pemeriksaan di pintu masuk area wisata. Penerapan protokol kesehatan diawali dengan memeriksa suhu tubuh wisatawan yang hendak masuk. Setelah itu mereka diminta untuk mencuci tangan.
”Jadi menjadi syarat mutlak tempat wisata wajib dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan. Masuk ke area tempat wisata dianjurkan dan diawasi agar senantiasi untuk menjaga jarak. Ini juga kami lakukan di tempat penginapan dan hotel-hotel. Kami melibatkan aparat dengan pihak hotel bagaimana mereka mengawasi tamu yang masuk dengan pola yang sama di tempat wisata,” terangnya.
Selain forkopimda, lanjut Amson, pihaknya juga melibatkan unsur pemerintah daerah yang terkecil seperti kepala lembang (kepala desa), serta tokoh masyarakat. Dengan begitu, kontrol yang ketat terhadap wisatawan yang masuk dalam efektif dilaksanakan.
Kepada setiap wisatawan yang akan berkunjung ke Torut, Amson mengimbau mereka agar memiliki kesadaran sendiri. Bila memang merasa kurang enak badan, atau agak demam diminta untuk tidak sampai ke obyek wisata. Kalau bisa beristirahat di hotel.
”Kami juga menyiapkan tenaga medis di tempat wisata. Semua puskesmas dan rumah sakit standby untuk melayani. Kalau ada keluhan dari tamu atau wisatawan, mereka langsung memantau perkembangan. Bahkan disiapkan alat rapid test. Ada tamu yang kita anggap memilik gejala, kami rapid di situ. Sehingga untuk sementara ini masih aman,” tuturnya.
Sinergi yang terjalin selama ini, diakui Amson, efektif dan sangat berpengaruh dalam menekan penyebaran covid-19. Indikasinya, sejak munculnya wabah, jumlah warga Toraja Utara yang terpapar dan positif covid-19 sebanyak 44 orang. Dari angka itu, empat di antaranya meninggal dunia. Mereka memiliki penyakit penyerta dan sudah berusia lanjut.
Walau terbilang kecil dibanding daerah lain, namun Amson menyebut angka tersebut sudah cukup mendebarkan. Karena Toraja Utara merupakan daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, sehingga bergantung pada kunjungan pendatang dari luar.
Amson menjelaskan, saat ini pesta adat juga sudah diperbolehkan. Tujuannya agar roda perekonomian berputar. Karena ketika semua aktivitas ditutul sceara total, tingkat penerimaan APBD mandek dan stagnan. Dikhawatirkan kondisi tersebut berdampak pada masyarakat.
Agar tak terjadi penularan, orang-orang yang masuk, termasuk yang berasal dari Tator dan hendak bertemu dengan keluarganya di Torut, dipantau oleh lembang dan puskesmas sebagai tenaga inti di lapangan. Apabila ada tamu yang datang, mereka langsung turun menemuinya. Melakukan pengecekan serta pemeriksaan.
”Apalagi baru-baru ini kami menerima wisatawan yang sangat banyak. Untuk itu dilakukan kembali tracking. Semua yang pernah bersentuhan dengan orang luar dilakukan pengecekan,” jelasnya.
Selain di kawasan destinasi wisata, penerapan protokol kesehatan untuk diberlakukan untuk aparatur sipil negara (ASN). Menindaklanjuti surat Mendagri dan gubernur, Pemkab Toraja Utara telah memberlakukan bekerja dari rumah alias work from home (WFH). Mereka yang berusia 50 tahun dan memiliki penyakit bawaan, diminta untuk bekerja dari rumah. Sementara ASN yang masuk berkantor, menerapkan prokes yang ketat di wilayah kerjanya. (*/rus)
Roda Ekonomi Bergerak, Penularan Covid Diredam
Pariwisata Toraja Utara Menggeliat di Tengah Pandemi
×

