pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tinta Tetes, Bilik Khusus, hingga Penyemprotan Disinfektan

PEMILIHAN wali kota Makassar yang dihelat 9 Desember mendatang berlangsung di tengah pandemi covid-19. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara telah melakukan antisipasi guna meminimalisasi penularan virus corona ketika pencoblosan berlangsung.
Ada 12 hal baru akan ditemukan para pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) yang belum pernah didapati dalam pilwali sebelumnya. Di antaranya adalah tinta tetes, bilik suara khusus, hingga penyemprotan disinfektan yang dilakukan secara berkala selama pemungutan suara digelar.
Hal itu disampaikan Komisioner KPU Kota Makassar Endang Sari yang diwawancarai di sela-sela simulasi pemungutan dan penghitungan suara, Sabtu (21/11). Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan BTN Agraria, Kecamatan Rappocini.
”Tahun ini kita berpilkada di tengah pandemi. Hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Ada 12 hal baru di TPS. Seperti ini. Tempat cuci tangan dengan air mengalir. Nantinya pemilih akan datang ke bilik. Sebelum masuk ke lokasi TPS, terlebih dahulu cuci tangan pakai sabun,” jelas Endang sembari memperlihatkan fasilitas cuci tangan serta sabun yang telah disiapkan.
Selain itu, pemilih akan diukur suhu tubuhnya tanpa bersentuhan fisik menggunakan thermogun. Pada saat pengukuran, suhu di bawah 37,3 derajat dinyatakan normal. Mereka diperbolehkan bergaul sesama pemilih lainnya, namun tetap harus jaga jarak.
”Tapi kalau ada pemilih dengan suhu di atas 37,3, disiapkan bilik tersendiri. Ada bilik khusus untuk mereka,” terangnya sambil menunjuk bilik kecil yang di dalamnya ada kotak suara. Bilik tersebut dilengkapi dinding yang terbuat dari plastik.
Dalam pengaturan tempat bagi pemilih di TPS, diterapkan jaga jarak milik satu meter bagi setiap yang datang. PPS juga menggunakan alat pelindung diri (PAD) lengkap, berupa faceshield, sarung tangan, serta masker.
Jika sebelumnya pemilih mencelupkan jarinya ke dalam tinta usai mencoblos, kali ini juga berbeda. Jemarinya akan ditetesi dengan tinta.
Jadwal kedatangan pemilih juga diatur. Bila sebelumnya bisa datang kapan saja, dalam pemilihan kali ini telah dicantumkan waktu untuk berada di TPS. Tujuannya agar terjadi sirkulasi orang dan tidak ada penumpukan serta kerumunan.
”Meski begitu, yang datang di luar jadwal tetap akan dilayani. Diupayakan untuk diatur serapi mungkin agar tidak terjadi penumpukan di area TPS,” jelasnya.
Secara berkala juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan di dalam TPS. Pemilih juga akan dibagikan sarung tangan plastik oleh petugas KPPS.
Pemilih diwajibkan pakai masker yang dibawa sendiri. Namun bila ada yang tidak membawanya, KPPS telah menyiapkan dan langsung membagikannya.
Sebelumnya, KPU Makassar bersama PPK dan PPS rutin memberikan edukasi kepada pemilih dengan berbasis kelurahan dan bersentuhan langsung masyarakat. Dalam kegiatan tersebut disosialisasikan 12 hal baru di TPS.
”Harapan kita, walau berpilkada di tengah pandemi, kita harus beradaptasi secepatnya. Mari datang ke TPS. Karena kualitas kita berdemokratisasi itu dimulai dari seberapa besar angka partisipasi pemilih yang datang ke TPS. Kita selalu berusaha mengupayakan segala bentuk pencegahan penularan covid-19,” tandas Endang. (*/rus)



×


Tinta Tetes, Bilik Khusus, hingga Penyemprotan Disinfektan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar