pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mesin Cetak Disimpan di Kotak Kayu Ukuran Kecil

Layanan Jasa Fotokopi ‘Unik’ di Jalan AP Petta Rani

PANDAI-PANDAILAH mencari celah, niscaya akan mendapatkan sebuah peluang. Inilah yang dilakukan pasangan suami istri Ramli Daeng Taba dan Hajrah. Demi mendapatkan rezeki, hal yang tak pernah dipikirkan oleh orang lain, mereka lakoni berdua.

DI Jalan Andi Pangerang Petta Rani, tak jauh dari pintu gerbang kantor BPJS. Seorang perempuan muda, memakai masker dan mengenakan jaket jeans warna biru muda dipadu celana warna senada, duduk dekat sebuah kotak kayu berukuran kecil.
Di dinding samping tertulis; foto copy. Di bawahnya ada lagi tulisan jual materai. Coretan tangan jual materai tampak sudah meleleh, karena ditulis di atas kertas yang mulai basah terkena air hujan. Saat BKM berada di lokasi, hujan lebat yang mengguyur Makassar baru saja jeda.
Wanita itu bernama Najmi. Siswi SMP ini biasanya bergantian dengan bapaknya, Ramli menjaga tempat yang dijadikan tempat melayani fotokopi. Sehari-harinya Ramli bekerja sebagai juru parkir depan kantor BPJS Petta Rani.

Di waktu istirahat, biasanya Ramli menghabiskan waktu untuk menjaga kendaraan pengunjung kantor. Saat seperti itulah ia terkadang berpikir mengisi waktu senggangnya.
Terbersitlah rencana membuka jasa fotokopi yang tergolong sederhana. Karena Ramli sering mendapati pengunjung kantor BPJS yang mencari tempat untuk fotokopi kelengkapan berkasnya. Termasuk materai.
Di awal tahun 2017, Ramli memulai usahanya ini. Tapi jangan kira mesin fotokopi berukuran besar yang ia operasikan. Karena ia tak punya modal untuk membelinya. Jadilah Ramli memperadakan satu unit mesin print. Alat inilah yang digunakan guna menggandakan dokumen milik pelanggannya.
Setiap hari Ramli ataupun istrinya, yang dibantu putrinya mulai membuka tempat usaha kecilnya pada pukul 08.00 Wita, dan tutup pukul 16.00 Wita, mengikuti jam buka dan tutup kantor BPJS.
Keluarga ini tinggal di Kabupaten Gowa. Biasanya menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit mengendarai sepeda motor untuk tiba di tempat usahanya.
”Sekarang kan sekolahnya sistem online. Jadi saya lebih banyak bantu orangtua jaga di tempat ini,” tutur Najmi.
Untuk selembar berkas yang difotokopi, tarifnya Rp1.000. Dalam sehari mereka bisa mendapatkan uang Rp300 ribu, dan paling sedikit Rp50 ribu.
”Awalnya saya bukan usaha ini, karena melihat banyak pengunjung yang datang mencari tempat fotocopy. Tempatnya cukup jauh dari sini. Setidaknya bisa membantu pengunjung, sekaligus saya bisa mendapatkan uang untuk biaya sekolah anak,” ujar Ramli.
Untuk mengoperasilan mesin cetak ukuran kecil yang digunakannya, Ramli menghubungkannya dengan UPS yang telah dicas dan disimpan di motor. Sebelum dipakai, UPS tersebut memang sudah dicasnya. (pkl)




×


Mesin Cetak Disimpan di Kotak Kayu Ukuran Kecil

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar