BONE, BKM — Kamis siang (10/12) di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru, Watampone. Seorang bocah perempuan terbaring di atas tempat tidur. Ada tiga orang yang menemaninya. Dua perempuan dan seorang lelaki.
Anak perempuan itu bernama Atifah April Manulla. Usianya delapan tahun. Tubuhnya dibungkus sarung. Sementara yang ada di sampingnya adalah ibu, nenek, serta ayahnya.
Sebagian tubuh Atifah melepuh. Kondisinya kritis. Ia berhasil diselamatkan dari sebuah peristiwa kebakaran yang terjadi di sebuah rumah panggung Desa Leppa, Kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone pada hari Selasa dini hari (8/12).
Jika nyawa bisa diselamatkan dalam kejadian tersebut, tidak demikian halnya dengan Andi Arifah Petta Wellang. Nenek Atifah yang berusia 70 tahun itu meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolsek Tellu Siattingnge AKP Syarifuddin yang dikonfirmasi, menuturkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Saat kejadian, di dalam rumah hanya ada sang nenek bersama cucunya.
”Neneknya meninggal di TKP. Sementara cucunya mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” terang AKP Syarifuddin
.
Dari hasil penyelidikan, lanjut Syarifuddin, penyebab kebakaran diduga kuat akibat hubungan pendek arus listrik. Korsleting menimbulkan percikan api yang pindah ke bagian rumah yang mudah terbakar, hingga si jago merah langsung membesar.
Salah seorang petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi, menjelaskan korban yang meninggal dunia ditemukan tergeletak di dalam toilet dalam posisi sambil memegang sapu.
“Korban tidak terbakar. Diduga meninggal akibat kehabisan oksigen di dalam WC, dicampur dengan hawa panas api,” terangnya.
Ada dua kemungkinan penyebab kematian almarhumah. Pertama, ia diduga mencoba masuk ke dalam WC untuk mengambil air guna memadamkan api. Kedua, kemungkinan korban hendak menjebol atap menggunakan sapu. Sementara cucu korban berhasil diselamatkan, meskipun dengan kondisi tubuh melepuh akibat terbakar.
Humas RSUD Tenriawaru Ramly Syam, mengatakan bahwa korban dibawa ke rumah sakit pada hari Selasa pagi dan langsung ditangani dokter di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). “Dari keterangan dokter yang menangani pasien, korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen. Luka bakar terdapat di bagian wajah, telapak kaki, perut, punggung, dan lengan,” kata Ramli.
Ditemui terpisah, salah seorang kerabat korban bernama Sabri yang ditemu di RS, mengatakan bahwa saat kejadian di dalam rumah hanya ada dua orang, yaitu Atifah bersama neneknya. Sementara orang tua Atifah berada di Kota Makassar sedang menghadiri acara nikahan keluarga.
“Mamanya ini anak ada di Makassar waktu kejadian. Kalau untuk kronologis kejadiannya saya belum tahu pasti, karena rumah kami berjauhan. Saya baru datang ke lokasi setelah api berhasil dipadamkan,” ucap Sabri
.
Ia pun memohon doa dan berharap agar agar keponakannya bisa melewati masa kritisnya, karena saat ini kondisinya masih parah dan masih terbaring lemah di RS. (*/rus)

