MAKASSAR, BKM — Penyebaran virud corona di lingkukan perkantoran mengalami peningkatan dalam beberapa terakhir. Hal itu diakui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Agus Djaya Said.
Diapun berharap masyarakat, khususnya para pekerja, baik pegawai swasta maupun negeri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan covid-19. Selain itu, senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Di lingkup Pemkot Makassar, sejumlah pejabat dan pegawai terkonfirmasi positif covid-19. Sebut saja di antaranya Kepala Dinas PTSP Andi Bukti Djufrie, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rusmayani Madjid juga ikut terpapar. Selain itu, sejumlah pegawai Pemkot Makassar yang belum lama ini pulang dari Bali juga disebut-sebut positif covid-19.
“Iye betul itu (pegawai Pemkot Makassar banyak terkonfirmasi positif),” ujar Agus yang dikonfirmasi, kemarin. Ia menegaskan, langkah pencegahan harus segera dilakukan.
Agar virus tidak menyebar, Agus menyebut, Balai Kota yang terletak di Jalan Ahmad Yani akan segera disterilkan dengan melakukan desinfeksi dengan menyemprotkan disinfektan.
“Bukan hanya Diskes, tetapi semua stakeholder. Kita sudah rapat dengan Ibu Asisten, semua mau disemprot disinfektan bekerja sama dengan BPBD,” jelas Agus.
Menurut Agus, kasus yang terkonfirmasi paling banyak disumbang oleh klaster perkantoran. Selain itu, mobilitas masyarakat keluar masuk Kota Makassar juga turut memengaruhi peningkatan kasus selama ini.
“Memang peningkatan banyak sekali. Klaster perkantoran, rumah, kunjungan, banyak orang keluar Makassar,” tuturnya.
Agenda penyemprotan, kata Agus akan dilakukan secepatnya, untuk menghindari meluasnya virus yang bisa menjangkiti siapa saja dan membahayakan banyak orang.
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Makassar Rusmayani Madjid yang dihubungi, membenarkan jika dirinya terpapar covid-19. Sudah lima hari ia menjalani isolasi mandiri (isman).
Namun dia mengaku tidak bisa bicara terlalu banyak karena dilarang oleh dokter, sebab bisa sesak nafas. Selain itu, dirinya memiliki penyakit bawaan sehingga harus mendapat penanganan khusus dari dokter.
“Maaf, dilarangka dokter bicara supaya tidak sesak. Saya demam dan batuk. Selain itu, ada penyakit bawaanku. Jadi sementara penanganan khusus dari dokter,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar Andi Bukti Djufri, juga telah melakukan isolasi mandiri selama empat hari. Ia mengaku sempat merasakan kehilangan daya penciuman pada saat awal ia terkonfirmasi positif.
Namun saat ini, Bukti menyampaikan bawa dirinya sudah dalam keadaan baik-baik saja. “Sudah empat hari yang lalu, gejalanya kehilangan indra penciuman. Tapi sekarang sudah pulih,” tandasnya. (rhm)
Pejabat dan Staf Terpapar Covid, Balai Kota Didesinfeksi
Kadisbudpar dan Kadis DPM-PTSP Jalani Isolasi Mandiri
×

