pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Suami Istri dan 17 Terduga Teroris Diterbangkan ke Jakarta

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 19 orang dengan mengenakan baju tahanan warna orange tiba di depan gedung Emmy Saelan Bandara Sultan Hasanuddin yang lama, Kamis (4/2) pukul 09.21 Wita. Mereka merupakan terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Mabes Polri. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri.
Turun dari bus Brimob Polda Sulsel yang mengangkutnya, semuanya mengenakan penutup wajah. Polisi bersenjata lengkap mengawal mereka untuk dibawa ke pesawat. Para terduga teroris tersebut diringkus tim gabungan Densus 88 dan Gegana Brimob Polda Sulsel di lokasi berbeda dalam wilayah Sulsel. Mereka diterbangkan dengan menggunakan pesawat Lion Air.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam menjelaskan, para terduga teroris tersebut akan menjalani proses hukum Mabes Polri.

Sebelumnya, kata Merdi, 19 orang tersebut diamankan dari tempat berbeda pada 6 hingga 7 Januari 2021.
”Mereka ini terindentifikasi sebagai kelompok Anshor Daulah Makasar yang berafiliasi atau pendukung khilafah ISIS,” terang Kapolda.

Dia melanjutkan, dari penangkapan 23 orang, dua di antaranya tewas tertembak. Mereka mencoba melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Satu orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat terluka. Sementara satu lainnya dikembalikan karena tidak terbukti.

“Kami mengungkap hal yang baru, bahwa dari terduga teroris yang diamankan di Makassar, mereka merupakan anggota atau simpatisan FPI. Ditemukan pula fakta bahwa FPI Makassar bersama dengan kelompok Anshor Daulah di wilayah Makasar melakukan deklarasi mendukung ISIS dan dilanjutkan dengan baiat kepada ISIS,” terang Merdisyam.

Sebagian lainnya, ungkap kapolda lagi, terduga yang diamankan di Makassar merupakan keluarga dari pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Zulu, Filipina.

“Nah sebagian yang diamankan itu adalah pasangan suami istri (pasutri), yakni RZ dan UH. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan fakta dan upaya pengiriman uang dari kelompok tersebut kepada RFR alias Cici yang sekarang menjadi tahanan di Filipina. Dia merupakan anak dari pasangan pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Zolo, Filipina,” jelas kapolda melanjutkan.

Selain itu, dari barang bukti yang diamankan, ditemukan fakta bahwa salah satu tersangka, yakni AA yang membuat rangkaian bom rakitan. Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal 15 juncto 7 UU No 6 tahun 2018 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. (ish/b)



×


Suami Istri dan 17 Terduga Teroris Diterbangkan ke Jakarta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar