pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Danny: Kalau Saya Ikut Saja

Jadi Penentu Pejabat Hasil Lelang

MAKASSAR, BKM — Hubungan yang diwarnai polemik antara Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin dan wali kota terpilih Moh Ramdhan Pomanto, mulai mencair. Setelah menunggu waktu yang tepat, keduanya akhirnya bertemu. Danny menyambangi Rudy di Lantai 11 Balai Kota, Senin (15/2).
Keduanya bertemu secara tertutup dengan sejumlah pejabat pemkot dan beberapa tim wali kota terpilih. Pertemuan tidak berlangsung lama. Kurang dari sejam.
Saat pintu rapat terbuka, sejumlah wartawan yang sudah menunggu di luar langsung menyerbu masuk ke ruangan. Sebelum wawancara, Danny dan Rudy tak lupa berfoto sama-sama dan menunjukkan sikap mesranya.
Rudy mengaku sangat bersyukur karena setelah dua kali utusannya gagal menemui Danny, akhirnya dirinya yang langsung didatangi wali kota terpilih. “Hari ini kita sangat apresiasi Pak DP bisa berkesempatan mengunjungi kita. Jadi ini luar, biasa karena kita yang dikunjungi untuk bisa sama-sama berdiskusi dan berkoordinasi,” ungkap Rudy.
Dia mengemukakan, salah satu yang dibicarakan dalam pertemuan adalah terkait persiapan pelantikan wali kota terpilih. Rudy memastikan pelantikan yang disebut-sebut akan digelar 17 Februari tidak akan berlangsung. Itu sudah disampaikan langsung Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah.

“Alhamdulillah, ada informasi bahwa mungkin sekitar lima hari lagi (pelantikan). Sehingga kami meminta arahan beliau (Danny), kira-kira apa yang bisa kita siapkan di pemkot dalam rangka pelantikan. Supaya kami bisa mempersiapkan sesuatu yang kira-kira dibutuhkan, sehingga ketika beliau masuk bisa langsung running,” jelas Rudy.
Soal program kerja yang selama ini digagas dan dijalankannya, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulsel itu, mengaku tidak masalah jika dievaluasi oleh wali kota terpilih. Sehingga adalah kewajaran kalau Danny melakukan revisi jika dinilai ada yang kurang bermanfaat. Karena program yang akan dilaksanakan nanti sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab wali kota terpilih.

“Saya kira setiap pemimpin punya basic pertimbangan di dalam membuat suatu program. Tentu pasti akan ada yang sama, tapi ada juga yang bias dan itu wajar-wajar saja sebagai manusia. Tentu program yang sudah kami susun di sini akan dievaluasi oleh beliau (Danny), karena bagaimanapun nanti program yang akan dilaksanakan yang bertanggungjawab beliau,” terangnya.
Sementara itu, Danny Pomanto mengatakan, kedatangannya ke Balai Kota karena memenuhi undangan Pj Wali Kota Rudy Jamaluddin. “Saya sudah bilang, kalau pj undang saya datang. Saya tergantung. Kan kita diberi warisan oleh orangtua kita tentang sipakatu, sipakalebbi, sipakainga. Itu yang merekatkan kita semua. Dan hari ini, kita mempraktikkan kultur itu. Kita coba lihat tidak ada masalah. Kalaupun ada masalah, semua selesai dengan komunikasi yang baik,” tandas Danny.
Dia mengemukakan, salah satu yang dibahas dalam pertemuannya dengan pj wali kota ada terkait persiapan pelantikan. Danny mengaku tidak ingin neko-neko dalam prosesi pelantikannya sebagai wali kota terpilih.
“Kalau saya, kita ikut saja arahan pemerintah pusat dan Bapak Gubernur, karena ini kan pelantikan serentak dan itu otorisasinya ada di Mendagri. Kita tunggu saja,” katanya.
Diapun tidak mempersoalkan jadwal pelantikan yang sebelumnya disebut-sebut akan digelar 17 Februari, namun ternyata tidak jadi. “Kalau saya ikut saja, kapan pun hari pelantikannya dan itu sudah menjadi keputusan. Kita ikut karena tentu itu akan menjadi yang terbaik untuk semua pemenang pilkada. Karena mau dikasih serentak ini,” tambahnya.
Sebelum beranjak dari Balai Kota, Danny tak lupa memuji Rudy. Dia mengatakan, Prof Rudy adalah adik kelasnya dan satu almamater, alumni Fakultas Teknik Unhas. Karena itu, dia harus menjaga Prof Rudy hingga selesai masa jabatannya.
Selanjutnya, koordinasi akan terus berlanjut karena Rudy adalah kepala Dinas PUPR Sulsel sehingga depan, keduanya akan banyak bersentuhan.
“Prof Rudy ini adalah adik kelas saya. Kami satu alumni di Fakultas Teknik. Saya bilang, saya mesti jaga Prof Rudy sampai selesai masa jabatannya sebagai pj. Beliau juga pasti menjaga kita. Beliau ini orang muda, punya prospek yang terbuka ke depan,” tandasnya.

Penentu Hasil Lelang

Lelang jabatan yang dilakukan Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin sebelumnya menuai kontra dari Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto (DP). Namun, setelah dilakukan pertemuan antara kedua belah pihak di Lantai 11 Balai Kota Makassar, Senin (15/2), Danny pun akhirnya menyetujui proses tersebut berlanjut.
Alasannya, karena nantinya pada tahapan seleksi tiga besar, dia sendiri yang akan menentukan mana yang akan dipilih. Besar kemungkin lelang jabatan ini masih akan berproses saat Danny telah dilantik sebagai wali kota Makassar.
“Kami berharap, karena kami yang pakai, sebaiknya memutuskan pada saat saya sudah dilantik. Beliau (pj wali kota) yang proses, saya yang pilih,” ungkap Danny.
Senada dengan Danny, Rudy mengemukakan, mekanisme lelang jabatan akan terus berjalan sesuai dengan regulasi yang mengatur. Diapun memastikan jika proses yang tengah berjalan saat ini akan melibatkan wali kota terpilih. Malah secara tegas disampaikan jika DP diberi kewenangan penuh untuk memilih pejabat yang diinginkan saat telah terseleksi tiga nama.
“Lelang jabatan tetap berjalan, mekanismenya, tahap-tahapannya sudah ada regulasi yang mengatur. Sudah on the track jalannya,” kata Rudy.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Basri Rakhman mengatakan, saat ini, pansel masih sementara berkutat di tahapan pendaftaran. Kendati waktunya sudah diperpanjang, namun hingga saat ini peminat lelang jabatan Pemkot Makassar masih sepi. Untuk delapan jabatan yang dilelang, hanya 17 orang yang mendaftar.
Melihat kondisi itu, kata Basri, pansel kembali menggelar rapat pada Senin malam (tadi malam) untuk mengambil keputusan, apakah seleksi dilanjutkan kembali ataukah proses pendaftaran ditambah waktunya atau diperpanjang.
Basri mengaku cukup lega karena sudah ada kesepakatan dan pembicaraan antara Danny dan Rudy Djamaluddin terkait mekanisme lelang jabatan. Sehingga ke depan dia berharap prosesnya bisa berjalan lancar.
“Tidak menutup kemungkinan ada penambahan waktu tiga hari. Pansel lihat dulu seperti apa, ” ungkapnya. (rhm)



×


Danny: Kalau Saya Ikut Saja

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar