MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengisyaratkan akan melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melalui instagram pribadinya.
“Sudah ratusan miliar uang rakyat masuk. Insyaallah akan dikerjakan lebih awal tahap lanjutan,” kata Andi Sudirman.
Pemprov Sulsel sendiri diketahui kembali memasukkan proyek Masjid 99 Kubah dalam rencana pengerjaan lanjutan di tahun anggaran 2021. Pemerintah siap mengeluarkan anggaran sebesar Rp176 miliar.
Lanjutan pembangunan proyek Masjid 99 Kubah telah dianggarkan sebesar Rp24 miliar dalam pagu APBD 2021. Bahkan sudah tercatat di situs lelang LPSE Pemprov.
Andi Sudirman menambahkan, dalam proses pembangunannya nanti, pengerjaan ditekankan pada penguatan struktur bangunan.
“Kita akan titikberatkan pada penguatan struktur bangunan. Karena kita mau memastikan masjid ini tahan lama dan berfungsi maksimal,” tambahnya.
Pemprov Sulsel telah menerima hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Pembangunan Masjid 99 Kubah sudah proses lelang untuk tahap lanjutan 1 tahun 2021, ditargetkan untuk asas manfaat untuk masyarakat banyak. Dikerjakan segera tahun ini,” terangnya.
Kepala Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel Chaeruddin, mengatakan pihaknya saat ini sisa menunggu pemenang lelang. Setelah ada pemenang lelang, baru akan dilakukan proses konstruksi.
“Kita sekarang sedang menunggu penetapan pemenang oleh ULP. Kalo sudah ada penetapan pemenang dari pokja diantarkan ke kami untuk RPP (Rapat Persiapan Penyedia), tanda tangan kontrak paling satu atau dua hari di kami,” kata Chaeruddin.
Setelah mutual check (MC) dan PCM pre-construction meeting dan fisik, konstruksi sudah bisa berjalan. “Jadi di PUTR paling lama tiga hari fisik sudah jalan, karena intinya tanda tangan kontrak,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyebut ada tiga aset pemerintah provinsi yang terbengkalai di Kota Makassar. Karena itu, ia mengusulkan aset tersebut dialihkan pengelolaannya ke pemerintah kota. Dengan begitu, pemerintah kota bisa mengantarkan pembangunan gedung tersebut.
Salah satunya aset yang dimaksud yakni Masjid 99 Kubah. Menurutnya, masjid tersebut harus menjadi kebanggaan, terlepas dari siapa yang membuat.
“Saya bilang kalau ini terlantar, pemkot siap untuk mengelolah. Tapi saya sudah bicara sama Pak Wagub, sudah sementara tender. Insyaallah jadi,” kata Danny. (nug)

