pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berawal dari Coba-coba, Kini Tembus Manado-Kalimantan

Rosmawati, Warga Dusun yang Hasilkan Sabun Cair Mahkota Lemoa Aneka Fungsi

INOVASI tak melulu muncul dari masyarakat perkotaan. Mereka yang tinggal di wilayah dusun punya potensi untuk melakukannya. Rosmawati membuktikan hal itu.

MAHKOTA Lemoa adalah nama sebuah brand produk sabun cair pencuci pakaian, serta cairan pembersih lainnya berupa sabun cuci piring, pembersih lantai, hingga pembersih mobil. Nama Lemoa diambil dari sebuah dusun yang terdapat di Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Daerah ini merupakan kampung halaman Rosmawati, pemilik produk Mahkota Lemoa.
Menurut pengakuan Rosmawati, awalnya dia hanya coba-coba memproduksi sabun cair. Namun, tanpa disangka-sangka olehnya, cairan sabun laundry yang diproduksinya kini sudah dinikmati para ibu rumah tangga di luar Sulawesi Selatan, seperti Manado.
Penjualannya lewat sosial media yang diawali dari keluarga, teman, serta sahabat. Promosi sabun cair ini berlangsung dari mulut ke mulut, hingga akhirnya berjejaring dan masuk ke pangsa pasar umum. Termasuk swalayan.
Saat ini produk racikan manual Rosmawati sudah merambah Kabupaten Bone, Sinjai, dan Kota Makassar. Bahkan telah menyuplai juga ke sembilan swalayan di Kota Manado. Rosmawati menyebutkan, pihaknya kini tengah dalam proses mengembangkan pasar untuk disuplai ke Kalimantan dan Ambon.
Potensi untuk meraih sukses dari usahanya ini memang telah dirintis oleh Rosmawati. Mahkota Lemoa yang diproduksi CV Berkah Ilahi Lemoa ini telah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gowa dengan Nomor SP: 917306004 tertangal 4 November 2019. Selain itu, produk ini juga mengantongi izin industri dari PTSP Gowa. Bahkan pihakmanajemen telah mengusulkan untuk mendapatkan SNI dan izin paten Kemenkes RI.
“Alhamdulillah, semoga industri rumah tangga kami ini terus berkembang. Saya sendiri tidak menyangka usaha dadakan ini bisa seperti sekarang. Saya memang membuat produk cairan sabun untuk laundry dan kebutuhan rumah tangga lainnya, seperti sabun cuci piring dengan label greenlight, cairan pembersih lantai hingga pembersih mobil bisa saya produksi. Itu intens saya lakukan sejak 2019 sampai sekarang,” terang Rosmawati.
Menyusul keberhasilannya itu, Rosmawati yang juga seorang aparatur sipil negara (ASN) bidang pertanian, telah membuka kantor pemasaran sendiri di sebuah ruko. Berlokasi di Jalan Mangka Daeng Bombong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Launching dilaksanakan Minggu siang (14/3).
Ditemui di sela-sela pengoperasian kantornya, Rosmawati mengisahkan, awalnya dirinya hanya iseng-iseng meracik ramuan cairan sabun cuci pakaian sendiri. Setelah dicoba ternyata hasilnya bagus. Kualitas kebersihan pakaian cukup tinggi. Rosmawati pun mulai mengujicoba di lingkup keluarga, lalu promosi ke teman-teman dan kerabatnya.
Akhirnya, seiring berjalannya waktu, usaha yang memiliki 12 karyawan ini mulai berkembang. Bahkan mampu meraup omzet hingga Rp30 juta per bulan.
Nurlia selaku marketing Mahkota Lemoa menjelaskan, sejak awal berdiri 2019 lalu, pihaknya hanya memiliki sepertiga dari karyawan sekarang. “Waktu sebelum pandemi covid ada, karyawan kami masih minim. Namun saat pandemi, kami malah menambah karyawan dan sekarang sudah berjumlah 12 orang,” terangnya.
Rerata karyawan yang direkrut adalah mereka yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di tempatnya bekerja dulu. ”Alhamdulillah, produksi kami tetap lancar. Bahkan sudah ada empat lagi konsumen kami dari daerah yang mengorder,” bebernya.
Ia berharap, semoga industri rumah tangga yang dikelolanya saat ini bisa eksis bertahan di tengah pandemi. “Satu kesyukuran kami karena usaha yang kami rintis mampu merekrut karyawan,” imbuhnya.
Ada tradisi yang diterapkan pengelola usaha ini agar hasilnya tetap berkah. Ia menyisihkan 2,5 persen penghasilannya untuk para panti asuhan.
Sebelum punya kantor baru, Mahkota Lemoa diproduksi dari sebuah rumah di Tamarunang Indah II. Namun setelah berkembang dan hasil produksinya merambah hingga ke provinsi lain, dibukalah kantor baru di sebuah ruko. Apalagi, sudah puluhan reseller telah bergabung guna mendukung penjualan Mahkota Lemoa.
”Produk kami harganya terjangkau. Hampir semua usaha laundry sudah bermitra. Selain sabun cuci pakaian, kami juga memproduksi cairan pengharum. Dengan tenaga manual kami mampu memproduksi 1.500 liter per hari untuk sabun cuci,” papar Nurlia.
Untuk menghasilkan produknya, Mahkota Lemoa menggunakan sebagian bahan baku lokal. Sebagian besar diperoleh di Makassar dan Jawa. Seperti NaCL, parfum, zodium, pambuster dan lainnya.
Sabun cuci pakaian ukuran 1 liter dijual dengan harga Rp16.000. Sementara untuk ukuran 5 liter seharga Rp50 ribu. Sementara untuk sabun cuci piring Greenlight seharga Rp 17.500 untuk ukuran isi 500 ml dengan dua jenis varian, yakni lemon dan melon. Juga produk pembersih lantai dengan dua varian (sereh dan carbol), sabun cuci tangan dan sabun cuci mobil.
Kepala Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Murhadi mengapresiasi ada warganya yang bisa berkarya dan mengharumkan nama desa. Ia menilai produk dari industri rumahan yang dihasilkan Rosmawati menjadi salah satu motivasi bagi wargaBontolempangan untuk menggerakkan ekonomi dari desa.
“Saya selaku kepala desa tentu sangat bangga dan mensupport dengan hadirnya Mahkota Lemoa ini. Kami tentu siap backup bilamana usaha-usaha seperti ini butuh dukungan pemerintah dalam pengembangannya. Kami bisa membantu koneksi modal usaha. Termasuk bila harus menggunakan dana desa untuk pengembangan UMKM. Apalagi memang pemerintah Kabupaten Gowa saat ini fokus pada pengembangan UMKM dengan program one village one product (satu desa satu produk),” terang kades. (saribulan)




×


Berawal dari Coba-coba, Kini Tembus Manado-Kalimantan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar