GOWA, BKM — Petir hebat menggelegar, Selasa (16/3) sekitar pukul 13.30 Wita. Tujuh orang tampak tengah berada di ladang Bina Arung, Desa Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Tetiba petir menyambar mereka. Dua di antaranya meninggal dunia. Empat luka, dan satu lainnya selamat.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dihubungi, Rabu (17/3), menjelaskan kronologis kejadian. Berawal pada pukul 07.00 Wita, ketika tujuh petani asal Jeneponto (lokasi kejadian merupakan perbatasan Kabupaten Gowa dan Jeneponto) itu melakukan aktivitas menggiling jagung di kebun milik warga bernama Bakri di Dusun Bina Arung. Rutinitas ini dilakukan oleh para petani yang memiliki jagung dan hendak dipipil menggunakan mesin yang dimiliki Bakri.
“Berdasarkan laporan dari kapolsek Biringbulu, warga ini datang ke lokasi tempat pemipilan jagung milik warga bernama Bakri. Mereka datang pagi. Secara bergiliran jagung-jagungnya dipipil mesin yang ada. Jadi dari tujuh orang yang tersambar petir, dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka. Mereka yang luka adalah Bakri, Joni, Kasim dan Yako. Satu orang lainnya bernama Edi, kebetulan ada di lokasi berhasil selamat dari sambaran petir,” jelas AKP Mangatas Tambunan.
Warga yang mengalami luka berat maupun ringan langsung dievakuasi ke Puskesmas Dusun Bulosibatang, Desa Bontoramba, Kabupaten Jeneponto untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara yang tewas, yakni Diri dan Saleh langsung ditandu menggunakan kain sarung dan bambu oleh warga sekitar untuk dibawa ke rumah duka masing-masing.
“Jadi ketujuh korban ini sebenarnya adalah warga Jeneponto dan beralamat di Desa Tamamawang. Mereka memang sering datang ke dusun sebelah yang masuk dalam wilayah Kabupaten Gowa untuk menggiling jagungnya di dusun tersebut,” jelas Kapolsek Biringbulu AKP Muh Aidil Aqza. (sar)

