MAKASSAR, BKM — Sebuah video pendek beredar viral di linimasa dalam dua hari terakhir. Seorang pria yang menenteng parang mengamuk di dalam kawasan Terminal Regional Daya (TRD). Belakangan terungkap kalau dia adalah Direktur Terminal Makassar Metro Arsony. Video tersebut dengan cepat beredar di media sosial serta jejaring Whatsapp.
Hal itu dibenarkan Arsony saat dikonfirmasi. Kata dia, pemicu keributan yaitu banyaknya preman di TRD yang merasa terusik dengan kegiatan penertiban yang gencar dilakukan. “Keributan sejak kegiatan pengembalian fungsi terminal, standar sistem dan fungsi operasional,” katanya melalui pesan Whatsapp.
Menurutnya, selama ini terminal dikuasai oleh oknum preman yang mengambil keuntungan dari pungutan liar. “Keributan sering sekali terjadi di sini. Saat fungsi terminal kita mau kembalikan. Mereka tidak terima karena terusik,” jelasnya.
Sony menyebut aksi tersebut spontan dilakukan. Dia membenarkan membawa parang seperti yang dan viral di media sosial. “Betul itu videonya, dek. Sudah lama kejadiannya,” ujarnya.
Terkait hal itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pun angkat bicara. Ia berencana memanggil Arsony. Pemanggilan itu dilakukan untuk meminta klarifikasi usai videonya viral di media sosial.
“Saya akan panggil untuk meminta penjelasan seperti apa itu kejadiannya. Saya ketahui melalui pemberitaan media online,” kata Danny saat ditemui di Balai Kota, Rabu (17/3).
Danny pun menanggapi alasan bawahannya. Tindakan itu sebagai respon maraknya aksi premanisme di Terminal Daya. Namun, dia mengingatkan bahwa hal seperti itu tidak dibenarkan. Pegawai bekerja secara profesional.
”Sikap arogan atau berlebihan harus dihilangkan. Tidak sepantasnya kita merespon sesuatu berlebihan,” tambahnya.
Penyelidikan di Polsek Biringkanaya
Polsek Biringkanaya bergerak melakukan penyelidikan terkait video Arsony yang viral di media sosial. Dalam video berdurasi empat menit 21 detik itu, ia tampak memegang parang terhunus hingga membuat orang-orang yang berada di terminal saat itu menjadi panik dan ketakutan.
Video tersebut diketahui sudah ramai beredar sejak Februari 2021 lalu. Arsony tampak berada di tengah kerumunan orang sambil menenteng senjata tajam. Sejumlah laki-laki lain juga tampak memegang senjata tajam. Beberapa orang berupaya melerainya.
Kapolsek Biringkanaya Kompol Wayan Wayracana Aryawan mengatakan, video itu sempat viral di medsos. Saat ini pihaknya masih sementara melakukan penyelidikan.
“Kami masih selidiki, karena untuk orang-orang yang berada dalam video itu belum kita ketahui. Nanti perkembangan hasil penyelidikannya kita infokan,” kata Wayan yang dihubungi, Rabu (17/3).
Menurut Wayan, untuk laporan polisinya, kedua belah pihak sudah mengajukannya ke Polsek Biringkanaya. Namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
Diakui Wayan, gambar dalam video tersebut tidak begitu jelas. Untuk itu, pihaknya akan memanggil saksi-saksi yang melihat langsung kejadian. Hal itu untuk memastikan siapa-siapa yang ada dalam video itu.
“Untuk lokasi di Terminal Daya, rencananya kami akan memanggil empat orang saksi pertama. Setelah itu, baru kita memeriksa saksi lainnya,” ujar Wayan. (mat-rhm)

