MAKASSAR, BKM– Data Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) di Makassar sudah dikantongi pemerintah pusat.
Namun, sebelum bantuan untuk masyarakat tersebut disalurkan kepada warga yang berhak menerima, pusat meminta pemerintah daerah melalukan verifikasi dan validasi data terlebih dahulu.
Menurut Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Asvira Anwar, tak butuh waktu instan untuk lakukan validasi.
“Pusat mau menyesuaikan data. Posisi kita saat ini tidak menginput. Tetapi kembali melakukan verifikasi ulang. Dan, ini kalau dipercepat tidak bisa. Karena kita periksa satu demi satu,” ujarnya, kemarin.
Asvira menjelaskan, pengecekan data juga membuat timnya mesti turun di lapangan. Jika ada data yang meragukan proses verifikasi langsung ke sumber atau calon penerima untuk ditindaklanjuti.
“Kita pastikan apakah penerima itu yang dahulu menganggur sudah bekerja. Atau sudah menikah dan suaminya mapan. Ada juga yang pindah domisili. Jadi semua itu kita cek ulang,” katanya.
Vira mengungkapkan, pemerintah pusat memang tengah melakukan proses verifikasi secara ketat. Kebijakan itu membuat daerah harus kembali melakukan pengecekan ulang.
“Kalau kita ini sudah maksimal verifikasi ulang. Kalau dibilang lamban tidak mengapa yang penting datanya valid dan penerima bantuan tepat sasaran,” ucap Asvira.
Sementara itu, Kepala Dinsos Makassar nonaktif, Mukhtar Tahir menjelaskan, proses verifikasi dilakukan juga merujuk pada imbauan pusat.”Sebagaimana sasaran penerima sembako atau BPNT untuk Maret tidak sama dengan Februari karena adanya hasil data perbaikan dan pemadanan NIK belum semua selesai,” ungkapnya. (rhm)

