pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jangan Takut dan Terprovokasi, Tetap Waspada

MAKASSAR, BKM — Jajaran polres di wilayah hukum Polda Sulsel kini meningkatkan kewaspadaan, menyusul aksi bom bunuh diri di hamalan Gereja Katedral, Makassar. Kapolres Barru AKBP Liliek Tribhawono Iryanto, meminta masyarakat di wilayahnya, utamanya umat Nasrani untuk tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan di manapun beraktivitas.
“Tidak usah khawatir dan selalu tingkatkan kewaspadaan di manapun beraktivitas. Jajaran Polres Barru akan bekerja untuk menciptakan dan memelihara situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah ini,” kata Liliek, Senin (29/3).
Dia berharap masyarakat segera melaporkan bila melihat atau menemukan hal-hal yang mencurigakan ke kantor polres, polsek, polsubsektor terdekat. Termasuk kepada Bhabinkamtibmas serta Babinsa di wilayah masing-masing.
“Saya berharap masyarakat Barru aktif melaporkan apabila menemukan hal yang mencurigkan kepada petugas, baik kepolisian maupun babinsa di wilayah masing-masing,” ucapnya.
Dijelaskan Liliek, pihaknya secara rutin tiap hari Minggu melakukan pengamanan dan monitoring terhadap pelaksanaan perayaan ibadah di setiap gereja. “Setiap hari jajaran kami menggelar patroli baik dalam rangka antisipasi covid-19 maupun gangguan Kamtibmas. Semoga di Barru tidak terjadi peristiwa seperti di Makassar kemarin,” jelasnya.
Terkait pengamanan jelang hari Paskah di kabupaten Barru, Liliek mengatakan akan segera menyiapkan mulai dari sekarang. “Kami siapkan sebelum giat dengan menyesuaikan perkiraan cepat intelijennya,” tandasnya.
Kendati begitu, jajaran intel Polres Barru akan mapping eskalasi Sitkamtibmas. Hal ini akan menjadi rujukan pola pengamanan dan pelibatan personel. Termasuk apabila ada permintaan khusus dari pengelola gereja terkait untuk dilakukan pengamanan giat khusus perayaan Paskah. Biasanya saat ada kegiatan perayaan ibadah tertentu.
Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Sidrap tetap kondusif pascaledakan bom di Makassar.
Namun demikian, aparat kepolisian setempat tetap meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik wilayah yang dianggap terjadi kerawanan gangguan kamtibmas.

Kapolres AKBP Leonardo Panji Wahyudi, menegaskan pihaknya sudah mengambil langkah-langkah antisipasi dengan menempatkan sejumlah personel di sarana peribadatan.

Termasuk, meningkatkan kewaspadaan terhadap Mapolres Sidrap, dan mengintruksikan seluruh personel agar lebih meningkatkan kewaspadaan, serta mengantisipasi perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi peristiwa ledakan bom yang terjadi di Kota Makassar, dan memercayakan penanganannya kepada pihak kepolisian.

“Tingkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Galakkan kembali keamanan lingkungan. Fungsikan RT-RW sebagai deteksi awal di lingkungan terkecil. Mewajibkan 1×24 jam tamu pendatang harus melapor. Selalu berinteraksi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di desa atau kelurahan masing-masing dalam mengantipasi aksi teror, dan laporkan sekecil apapun yang mencutigakan kepada polsek terdekat atau aparat kemanan lainnya,” imbuhnya. 

Leonardo Panji Wahyudi menambahkan, Polda Sulsel telah memerintahkan seluruh kepala satuan wilayah (kapolsek/kapolres) untuk memperketat pengamanan setiap markas komando (mako), tempat umum, dan rumah ibadah, serta kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) mengantisipasi terjadi aksi teror.

“Sistem pengamanan yang sudah berjalan selama ini agar lebih diperketat dan dilaksanakan dengan benar. Sistem pengamanan yang dilaksanakan dengan melakukan pemeriksan kepada setiap orang yang tidak dikenal saat mendatangi mako.

“Tingkatkan kewaspadaan pengamanan dalam mengantisipasi terjadinya aksi teror,” lontar Kapolres.

Terpisah, Kasat Intelkam Iptu Soib menambahkan, di Kabupaten Sidrap sedikitnya ada delapan rumah ibadah umat Kristen.
Tempat tersebut bukan merupakan gereja, melainkan rumah penduduk yang dijadikan sarana peribadatan.

“Semua lokasi rumah ibadah itu dilakukan pengamanan tertutup dengan tetap melakukan pengawasan dan pemantauan 1×24 jam secara bergilir. Kita sudah tempatkan personel di masing-masing lokasi, dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Kodim 1420 Sidrap,” tandasnya.
Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah melalui KBO Binmas Iptu Marino, menjelaskan setiap saat pihaknya rutin memberikan imbauan kewaspadaan terhadap aksi teroris beberapa waktu sebelum bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar. Selain itu, juga mengedukasi kelompok warga dan masyarakat lainnya tentang bahaya terorisme.
”Kita terus meningkatkan kewaspadaan dan memberdayakan segala potensi pengamanan untuk menjaga Parepare agar tetap kondusif,” tulis Welly melalui pesan WhatsApp.
Kapolres Toraja Utara AKBP Yuda Wirajati meminta masyarakat di wilayah hukumnya untuk menahan diri, tidak terprovokasi, dan tetap tenang. Menurutnya, meskipun teror bunuh diri di Makassar melukai hati umat Nasrani, jajaran Polres Toraja Utara mengajak warga untuk tidak takut, tetap waspada dan terus mengantisipasi gerakan teroris.
”Sarana ibadah sudah dilakukan pengamanan ketat, sehingga warga Toraja Utara tenang melaksanakan kegiatan di gereja maupun kegiatan lainnya,” ujar Yuda Wirajati.
Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan melalui media sosial video ledakan bom di Gereja Katedral, Makassar. Sebab salah satu tujuan teroris adalah menebar ketakutan di tengah masyarakat. ”Kita tidak boleh kurir dari teror, sebab kelompok teroris tujuannya menyampaikan pesan terornya di tengah masyarakat,” jelasnya.
Menjelang perayaan Paskah dan kegiatan keagamaan lainnya, Polres Tana Toraja memperketat pengamanan di tempat ibadah, baik secara terbuka maupun tertutup.
Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi. Ia juga sudah memerintahkan para kapolsek di wilayahnya untuk terus memperketat penjagaan.
“Saya berharap masyarakat Pangkep tidak terprovokasi dengan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar. Sangat disayangkan kejadian tersebut,” ujar Endon Nurcahyo.
Pascaperistiwa tersebut, Polres Pangkep memperketat pengamanan gereja dan rumah ibadah. Hal ini sebagai bentuk antisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang, khususnya di Pangkep.
Kapolres Bantaeng AKBP Rachmat Sumekar memerintahkan seluruh anggotanya, baik di tingkat polres maupun polsek, untuk meningkatkan kegiatan patroli dalam wilayah Kabupaten Bantaeng, khusunya rumah ibadah.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, pascabom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3). Paur Humas Polres Bantaeng Aiptu Syamsuddin, Senin (29/3) mengatakan, langkah antisipatif yang diambil kapolres adalah menambah jumlah personel pada pengamanan rumah ibadah. Termasuk bila ada kegiatan serupa (misa di gereja).
Kapolres juga mengimbau masyarakat Bantaeng agar tidak panik. Sebab, kata dia, kejadian ini sudah ditangani Polda Sulsel dan Mabes Polri.
Kapolres juga berharap agar masyarakat berperan aktif melaporkan ke polisi jika ada hal-hal yang mencurigakan. “Laporkan segera kalau ada hal-hal yang mencurigakan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak jelas atau hoaks. Mari sama-sama menjaga situasi kamtibmas Bantaeng agar tetap kondusif,” imbau Kapolres.
Polres Enrekang merespons cepat dan siaga memperketat penjagaan markasnya, serta seluruh gereja dan objek vital yang ada. Kapolres AKBP Dr Andi Sinjaya mengimbau masyarakat agar tidak panik.
“Saya imbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Enrekang untuk tetap tenang dan meningkatkan kepedulian terhadap tempat tinggal masing-masing,” ujarnya.
Ia mengatakan, menyusul terjadinya teror bom di Makassar, pihaknya telah melakukan langkah langkah antisipasi dengan meningkatkan pengamanan, baik terhadap kantor polres dan polsek. Pengawasan terhadap rumah ibadah dilakukan dengan bekerja sama TNI, pemerintah, serta elemen masyarakat.
“Saya sudah memerintahkan kepada para perwira serta kapolsek untuk meningkatkan monitoring terhadap tempat ibadah serta objek vital. Juga memerankan fungsi intelijen dan Babinkamtibmas dalam menyerap informasi di masyarakat,” terangnya. (udi-gus-her/c)




×


Jangan Takut dan Terprovokasi, Tetap Waspada

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar