MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto menegaskan akan siap mengatasi fluktuasi harga sembako selama bulan ramadan. Bahkan, Pemkot Makassar akan menggelar operasi pasar.
“Kami akan koordinasi dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Bank Indonesia sebagai pengendali inflasi dan stakeholder terkait untuk mengatur stabilisasi harga, ” ungkap Danny.
Dia mengatakan, yang membuat harga naik drastis karena adanya aksi borong sembako. Apalagi dalam kondisi seperti ramadan, dimana kebutuhan pokok melonjak drastis.
“Yang membuat harga berfluktuasi kadang karena ada aksi borong, lawannya operasi pasar. Makanya kami akan melakukan operasi pasar,” tandas Danny.
Sementara itu, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan menyebut inflasi di Sulsel bisa terkendali sepanjang harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokan barang aman tanpa ada kelangkaan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Endang Kurnia Saputra, menjelaskan, berdasarkan data pada Februari 2021, inflasi gabungan 5 kota IHK (indeks harga konsumen) di Sulsel sebesar 0,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut data BPS, inflasi tertinggi terjadi di Kota Watampone sebesar 0,53 persen dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,11 persen.
“Kondisi inflasi terkini menunjukkan bahwa tekanan harga di Sulsel masih relatif terkendali,” kata Endang Kurnia Saputra atau yang disapa Adang.
Meski saat ini relatif terkendali, Adang menyebut risiko tekanan inflasi tahun 2021 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan perbaikan konsumsi masyarakat pada masa vaksinasi dan periode La Nina yang masih memberikan potensi gangguan produksi dan distribusi.
“Dalam waktu dekat, tekanan inflasi akan bersumber dari risiko yang bersifat seasonal seiring dengan momen Ramadan dan Idulfitri 2021 yang jatuh pada bulan April dan Mei 2021,” dia menerangkan.
Untuk mengantisipasi risiko tekanan inflasi yang lebih tinggi, TPID Sulsel telah menyiapkan strategi pengendalian melalui implementasi empat K yaitu adalah ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.
Dari sisi ketersediaan pasokan, salah satu upaya yang dilakukan yaitu pemanfaatan teknologi vakum untuk hilirisasi pertanian seperti di Kota Parepare. Upaya lainnya, optimalisasi RPH modern di Manggala Makassar.
Melalui strategi 4K itu, diharapkan dapat semakin meningkatkan daya beli masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional.(rhm)

