MAKASSAR, BKM — Pasca dilantik sebagai Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Fatmawaty Rusdi sudah mempersiapkan rencana resetting pemerintahan lingkup Pemkot Makassar. R-setting akan dilakukan dengan merombak besar-besaran komposisi pejabat, mulai dari tingkat kepala OPD, camat, lurah, hingga ke RT/RW.
Izin untuk melakukan mutasi, job fit, dan lelang jabatan sudah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Danny tinggal menunggu lampu hijau alias persetujuan dalam bentuk rekomendasi tertulis dari Kemendagri.
Soal resetting yang akan dilakukan Danny-Fatma, Menteri Dalam Negeri Muh Tito Karnavian mengaku mendukung langkah yang diambil Danny-Fatma. Namun dengan catatan, proses pergantian dilakukan dengan cara-cara smooth atau yang menyentuh hati.
“Saya tentu akan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh beliau (Danny), tapi tentunya saya harapkan ini bisa dilakukan dengan cara-cara yang smooth. Disebut cara-cara yang menyentuh hati. Apa istilahnya, sombere,” ungkap Tito saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Makassar, Kamis (22/4).
Tito mengemukakan, Danny sebagai wali kota memiliki kewenangan untuk menilai siapa saja bawahan yang menurut di cocok untuk mengimbangi dan mengeksekusi program-program yang akan dilaksanakan. “Prinsip kami dari Kemendagri, sekali lagi mendukung sepanjang itu adalah untuk kepentingan kota Makassar, proyek Makassar,” tandas Tito.
Dia melanjutkan, seyogyanya pejabat yang menjadi bawahan, bisa menyesuaikan irama kerja dan mengimbangi langkah-langkah pimpinannya setiap orang punya warna sendiri. Mantan kapolri inji mengatakan, bagi bawahan yang sering melecehkan pimpinan dan tidak mampu bekerja sama dengan baik perlu segera dievaluasi.
“Evaluasi aja bawahan yang bekerja asal-asalan. Orang yang hanya bisa mencela pimpinan dan tidak bertugas dengan baik sama halnya meminta untuk diajari. Tempatkan orang yang mampu menjalankan kinerjanya dengan cekatan dan bisa mengikuti ritme pimpinan,” tegasnya lagi.
Pada kesempatan itu, Tito Karnavian memberikan pujiannya kepada Danny. “Saya salut dan kagum terhadap warga Makassar dalam menentukan pilihannya. Danny Pomanto ini adalah sosok strong leader. Tidak semua pimpinan bisa seperti wali kota Makassar,” serunya.
Tito menambahkan, Danny memiliki tiga elemen kuat dalam meningkatkan pembangunan. “Power, followers, dan konsep. Inilah yang dimiliki wali kota Makassar. Bagusnya lagi, karena langsung ke lapangan mengecek sendiri kebutuhan warganya. Jadi bisa tepat sasaran ketika melakukan inovasi. Beruntunglah memiliki pemimpin yang perhatian, gerakan cepat dengan konsep yang matang,” jelasnya kembali.
Selain kinerja yang langsung berhubungan dengan pelayanan masyarakat, Mendagri juga menyebut Kota Makassar sebagai kota inspiratif. “Ketika saya berada di institusi kepolisian, saya sangat takjub melihat CCTV yang dipasang di beberapa tempat strategis. Ini sudah jelas sangat membantu menjaga keamanan kota. Saat itu saya instruksikan agar seluruh pemerintah daerah mencontoh Makassar,” ungkap Tito.
Di akhir pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar Fatmawaty Rusdi serta seluruh pimpinan juga camat se-Kota Makassar, Tito Karnavian menitipkan pesan di masa pandemi ini.
“Virus covid-19 di Indonesia belum juga mampu kita tepis, sekalipun berbagai upaya pemerintah lakukan untuk menjaga warga. Namun yakinlah, tak ada yang mampu menyelamatkan nyawa kita selain diri sendiri. Mari taati dan patuhi protokol kesehatan di manapun anda berada,” tutupnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan pihaknya tentu saja mendengar dan akan melaksanakan arahan dari Mendagri. Proses mutasi akan dilaksanakan secara smooth.
“Smooth itu artinya begini, jangan sekaligus tapi bertahap. Memang izin yang akan dikeluarkan sekaligus, namun berdasarkan arahan Pak Mendagri. Seminggu dilantik beberapa. Minggu selanjutnya lagi. Jadi baku sambungji ini barang-barang. Begitu pengarahan teknisnya. Jadi istilahnya smooth dan sombere,” jelas Danny.
Dia mengaku sudah ada restu secara lisan untuk melakukan resetting dalam tubuh birokrasi Pemkot Makassar. Tinggal menunggu rekomendasi tertulisnya yang rencananya akan dijemput langsung ke Jakarta.
“Sebentar sore (kemarin), saya ke Kemendagri. Kita tahumi toh kalau sudah ke sana berarti adami surat,” tambahnya.
Setelah mendapat rekomendasi resmi, menurut Danny, pihaknya langsung akan menyusun kabinetnya dengan acuan profesionalitas dan loyalitas. “Jadi tungguma pulang dari Jakarta, nanti adami itu kabar. Saya akan langsung jalan begitu kantongi rekomendasi,” tuturnya.
Dia menambahkan, proses resetting akan dimulai dari eselon III, pada jabatan camat. Kemudian ke tingkat lurah dan diikuti RT/RW. Selanjutnya, baru pada tataran pejabat eselon II. (rhm)

