MAKASSAR, BKM — Isu miring yang menerpa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar belakangan ini, membuat Komisi D Bidang Kesra DPRD Makassar menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (18/5). Salah satu persoalan yang muncul adalah adanya oknum yang melakukan jual beli foto wali kota Makassar di Dinas Pendidikan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir mengatakan, Mince selaku vendor berusaha untuk menemui sejumlah pejabat lingkup Disdik. Seusai bertemu, Wahab mengatakan, dari hasil pertemuan ia gunakan sebagai pegangan bahwa dirinya mendapatkan legitimasi.
“Mince selaku vendor mengambil kesempatan dengan menjual nama pejabat di Disdik untuk kelancaran usahanya, dengan mengancam kepala sekolah jika tidak dibeli akan dimutasi,” terang Wahab.
Atas dasar itu, Wahab menyampaikan pihaknya segera memanggil Mince untuk datang bertemu dengan komisi D bersama dengan K3S (Kelompok Kerja Kegiatan Kepala Sekolah) guna mendalami penjualan foto dan buku itu.
“Termasuk kami mengimbau minggu ini semoga semua datang memberi laporan ke kita, supaya orang yang merasa membayar uang untuk kenaikan pangkat akan ketahuan,” sambungnya.
Sehari sebelumnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto membeber adanya praktik jual beli tanda tangan di lingkup Dinas Pendidikan. Hal tersebut ia sampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor Disdik kota Makassar, Jalan Anggrek.
Danny menyebut para kepala sekolah harus membayar Rp2 juta untuk sekali tanda tangan
Meski begitu, Danny sendiri tak kaget dengan isu miring tersebut. Sebab, ia mengetahui hal tersebut sebelum menjabat sebagai wali kota Makassar.
Kendati demikian, Danny juga geram saat sidak. Pasalnya, ia menemukan ruang tunggu pelayanan Disdik yang sangat berantakan. Karena itu dirinya segera melakukan evaluasi kinerja seluruh jajaran Disdik dalam waktu dekat. (nug)

