pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jasanya Bersaing Bentor, Penumpang Bayar Seikhlasnya

Dg Rupa, Pengayuh Becak dapat Berkah Jumat BKM-YKF

PROFESI sebagai pengayuh becak masih dilakoni oleh sebagian warga Makassar. Mereka pun mesti bersaing dengan moda transportasi lainnya, seperti petepete, bentor, hingga yang modern ojek daring. Tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari membuat mereka bertahan.

DI salah satu ruas jalan dalam wilayah Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Tepatnya di Wesabbe. Seorang pria paruh baya tengah makan, tak jauh dari sebuah becak. Kondisi alat transportasi tersebut cukup memprihatinkan. Sadelnya sudah miring. Butuh tenaga ekstra untuk mengayuhnya.
Lelaki tersebut bernama Dg Rumpa. Usianya kira-kira 60-an tahun. Sehari-hari mangkal di poros jalan masuk kompleks Wesabbe. Tempat tinggalnya agak jauh dari titiknya kerap menunggu penumpang., yakni di Kampung Parang, Kelurahan Tamalanrea Jaya.

Tim Pencari Berkah Berita Kota Makassar (BKM) bekerja sama Yayasan Kemanusian Fajar (YKF) menyambanginya, Jumat (28/8). Ia tidak menyangka akan mendapatkan bantuan berupa paket sembako.
Dari kisah yang disampaikannya, Dg Rumpa sudah mengaku sudah belasan tahun mengayuh becak demi menafkahi anak serta cucunya. ”Hampir setiap hari saya di sini. Sudah belasan tahunmi beginika,” tuturnya.

Sambil berdiri di samping becaknya dengan mata yang mulai sayu, Dg Rumpa menyebut bahwa jalanan adalah sumber rezekinya. Sebenarnya ia memiliki dua orang anak dan mampu untuk bekerja. Namun karena tanggung jawab serta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dg Rumpa terpaksa harus mengayuh becak tiap harinya di kala usianya tak lagi muda.

Uang dari hasilnya mengantar penumpang dengan becaknya tidaklah seberapa. Apalagi di tengah persaingan saat ini. Dg Rumpa mengaku banyak orang yang lebih memilih naik bentor daripada becak.
“Orang-orang anggap kalau becak itu samaji jalan kaki. Jadi kalau ada penumpang yang saya bawa, mereka biasa kasih seikhlasnya saja,” ujarnya.

Menjadi penarik becak merupakan pilihan terakhir baginya dalam belasan tahun terakhir. Dg Rumpa yang sudah ditinggal mati sang istri, memilih untuk mengisi kekosongan waktunya.
Dari tempatnya mangkal, Dg Rumpa mengajak tim menuju tempat tinggalnya. Kondisinya tak kalah memprihatinkan. Dari luar tiang rumah telah rapuh dimakan usia. Tim kemudian menyerahkan bantuan sembako kepadanya. Diapun menyampaikan terima kasihnya karena telah mendapatkan perhatian. (pkl)



×


Jasanya Bersaing Bentor, Penumpang Bayar Seikhlasnya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link