pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Swab Sasar Tempat Keramaian

Pengunjung Warkop dan Kawasan Perbelanjaan Dites, Konfirmasi Non Reaktif

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar memasifkan pelaksanaan swab antigen. Setelah intens menggelar swab on the road bekerja sama dengan TNI-Polri, saat ini gencar dilakukan di tempat keramaian. Mulai di warkop-warkop, toko dan kawasan perbelanjaan yang ramai dikunjungi, serta sejumlah tempat strategis lainnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengemukakan swab dengan menyasar tempat keramaian ini untuk menindaklanjuti permintaan dan kritik masyarakat. “Ini juga sesuai permintaan masyarakat kok. Misalnyua, mengkritisi kenapa cuma di jalan atau di perbatasan. Itu warkop, Alaska, toko-toko besar yang berpotensi kerumunan juga harus dilakukan swab,” ungkap Danny.

Dia menyebut tempat wisata, toko besar yang berpotensi menimbulkan kerumunan menjadi fokus kegiatan swab di tempat. Hal ini untuk mengantisipasi munculnya pandangan negatif. Seperti adanya diskriminasi karena hanya fokus di warung kopi (warkop) atau usaha kecil.

“Prinsipnya banyak orang berkerumun. Nanti orang salah paham lagi warkop itu kasihan cari uang kecil kan begitu. Jadi bukan warkop yang spesifik. Tempat orang berkerumun bisa di Lego-lego bisa di Pantai Losari, Alaska, Satu Sama, Bintang. Jadi jangan seolah kita serbu warkop. Tidak begitu,” jelasnya.
Danny meminta pelaku usaha untuk taat pada protokol kesehatan meski penularan saat ini mulai terkendali. Dibuktikan dengan penurunan status covid-19 di Makassar yang saat ini berada di zona oranye.
“Prinsipnya tempat krumunan. Tapi coba balik, kalaupun ada di warkop baru semuanya negatif, kan warkopnya bisa terkesan bahwa di sini minum kopi tanpa corona,” ungkapnya.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Makassar Iqbal Asnan, menegaskan telah menindaklanjuti perintah wali kota. Sejauh ini, swab acak telah menyasar pusat kerumunan seperti Toko Agung di Jalan Ratulangi.
“Kami sudah datangi Agung. Itu ada 23 karyawan yang diswab dan semuanya non reaktif,” kata Iqbal Asnan yang juga menjabat ketua Satgas Pengurai Kerumunan (Raika).
Sementara pada Sabtu (28/8), Satgas Raika menyisir di wilayah Kecamatan Tamalate. Sebanyak delapan tempat usaha disinggahi. Di antaranya Kopi Soe, Abu Lahab Cafe, Warkop Om Ben, Kopi Ming, Daun Coffee, Warkop Delima dan Rumah Makan Mie Setan. Hasil swab acak di tujuh tempat usaha lainnya, tidak ada satu pun karyawannya yang ditemukan positif covid-19.
Sementara pada Minggu (29/8) kemarin, Satgas Raika menyasar dua lokasi pusat perbelanjaan, yakni Pasar Sentral dan Gelael. Di Gelael, ada 15 orang karyawannya yang diswab dan hasilnya semua terkonfirmasi negatif. Sementara di Pasar Sentral, hingga berita ini ditulis, masih berlangsung swab kepada sejumlah pedagang di sana.

Pasien Positif Turun

Informasi terbaru terkait data update Covid-19 di Sulawesi Selatan dilansir data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di akun sosial media Twitter @BNPB_Indonesia, Sabtu (28/8). Terlihat, provinsi dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi terbanyak yakni, Jawa Timur 1.079 pasien. Diikuti Jawa Barat 956 pasien, Jawa Tengah 749 pasien, Sumatera Utara 743 pasien, dan DI Yogyakarta 525 pasien.
Sementara Sulawesi Selatan di angka 374 pasien. Angka itu turun dari sehari sebelumnya di angka 382 pasien. Dengan penambahan 374 pasien di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 103.936 orang.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulsel, Husni Thamrin, Minggu (29/8), penambahan 374 pasien covid-19 didapatkan dari 23 kabupaten/kota di Sulsel. Makassar tertinggi dengan 93 pasien baru, sementara Maros enam pasien, Pangkep 12 pasien, Barru enam pasien, Parepare 14 pasien, Pinrang 12 pasien, Tana Toraja 64 pasien, Toraja Utara 12 pasien.Lalu Gowa 17 pasien, Takalar tidak ada, Jeneponto empat pasien, Bantaeng empat pasien, Bulukumba 11 pasien, Selayar dua pasien, dan Sinjai 23 pasien.
Kemudian di Bone satu pasien, Soppeng lima pasien, Wajo 14 pasien, Sidrap dua pasien, Enrekang 11 pasien, Luwu tujuh pasien, Palopo 12 pasien, Luwu Timur 25 pasien, serta Luwu Utara 27 pasien.
Dari 374 pasien positif didapatkan dari proses uji PCR dan antigen sebanyak 5.054 spesimen. Artinya, angka positif rate harian di Sulsel mencapai 9,56 persen. Angka itu masih jauh dari batas normal yang ditetapkan WHO di bawah 5 persen.

Sementara untuk pasien sembuh naik 1.323 pasien. Angka tersebut naik dibandingkan sehari sebelumnya di angka 398 pasien. Dengan penambahan pasien sembuh tersebut, membuat angka komulatif penambahan pasien sembuh tembus 94.831 pasien.
Untuk pasien positif yang meninggal tambah 21 pasien, di angka 1.979 pasien. Artinya, pasien aktif Covid-19 di Sulsel di angka 7.126 pasien. (rhm-jun)




×


Swab Sasar Tempat Keramaian

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link