MAKASSAR, BKM — Penyaluran bantuan sosiali (bansos) berupa paket sembako untuk warga yang terdampak pandemi covid-19 disetop oleh Pemerintah Kota Makassar.
Penghentian itu dilakukan karena Makassar saat ini status sudah masuk pada PPKM level 2. Sesuai aturan, tak ada lagi pembagian bansos jika sebuah wilayah sudah masuk pada level tersebut.
Karena batal menyalurkan bansos, anggaran yang dialokasi untuk itu pun dialihkan ke pos anggaran biaya tidak terduga (BTT).
Total dana bansos yang batal disalurkan itu berjumlah Rp5,9 miliar dengan penerima 29.512 Kartu Keluarga (KK). Berdasarkan data, setiap satu paket bansos dihargai Rp200 ribu. Anggaran tersebut dikembalikan ke kas daerah.
Plt Kepala Dinas Sosial Makassar, Rusmayani Madjid, mengatakan, karena tidak dipergunakan, anggaran itu harus dikembalikan.
“Kalau tidak digunakan, ya harus dipulangkan,” terangnya.
Diketahui, Pemkot Makassar menyiapkan 100 ribu paket bansos dengan alokasi anggaran Rp20 miliar. Tahap awal, Dinsos menyalurkan 70.488 KK yang dinyatakan lolos verifikasi. Jika dikalkulasi, total bansos yang tersalur pada tahap pertama mencapai Rp14 miliar lebih.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengemukakan, anggaran yang batal digunakan untuk penyaluran bansos dikembalikan untuk program Makassar Recover.
“Kita sudah lakukan penghematan lagi. Isolasi apung kita hemat, karena disiapkan Rp10 miliar, yang dipakai hanya berapa. Ini juga anggaran bansos. Lebih hemat lebih bagus agar bisa digunakan untuk kegiatan lain,” ungkap Danny.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar sendiri sudah melakukan pendataan warga dan memverfikasi data penerima bansos tahap II.
Dinsos selaku instansi terkait pun berencana menyiapkan 29.512 paket sembako bansos.
Untuk tahap pertama, Pemkot Makassar telah menyalurkan sebanyak 70.488 paket. (rhm)

