MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendukung langkah Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, untuk melakukan tes ulang terhadap 11.000 tenaga kontrak. Mengingat banyaknya tenaga kontrak fiktif di lingkup Pemkot Makassar.
Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy, bahkan percaya jika langkah yang diambil wali kota tersebut sudah melalui tahap pertimbangan, bukan karena asumsi suka-tidak suka.
“Jadi diresetting dulu kemudian diproporsionalkan sesuai kebutuhan SKPD,” kata RTQ, sapaannya, kemarin.
Ia juga menilai tes ulang atau resetting tenaga kontrak tersebut juga sebagai langkah untuk meminimalisasi penumpukan tenaga kontrak di satu SKPD.
“Karena ada SKPD yang terlalu menumpuk tenaga kontrak disitu sehingga melakukan pengeluaran anggaran yang terlalu besar. Kita harus meminimalisir, karena kita masih berada di masa pandemi untuk memulihkan ekonomi. Kita bisa mengambil anggaran itu untuk UMKM,” jelasnya.
RTQ juga tidak mempermasalahkan jika adanya prioritas terhadap tenaga kontrak untuk bekerja, dibanding yang baru. Terpenting baginya, jangan ada “titipan” dari orang tertentu.
“Saya rasa pak wali orang yang memiliki integritas yang tinggi. Tidak akan melakukan hal yang seperti itu. Jadi ini sambil mengecek tenaga kontrak ini dimana apakah di kecamatan atau mungkin di kesekewanan,” ujarnya.
Ia juga mempertimbangkan masalah pengalaman yang dimiliki oleh tenagakontrak lama. Sehingga tak ada salahnya jika di kemudian hari resetting ini akan memberi prioritas pada tenaga kontrak lama.
“Pengalaman tenaga kontrak yang lama hadi pertimbangan sendiri karena pengalaman itu ilmu yang palig berharga. Jadi perlu jadi catatan tersendiri bagi tenaga kontrak yang lama,” ujarnya.
Terkait dengan banyaknya isu tenaga kontrak fiktif di lingkup DPRD Kota Makassar, pihaknya sudah mengecek dengan bukti kuat dugaan itu. Hasilnya, dugaan itu tak terbukti adanya.
“Kita mulai dari kesekwanan kemarin untuk melakukan apel secara langsung unguk mengecek mulai tahun berapa mereka di kesekwanan. Data yang diberikan sekwan sesuai yang diabsen. Ini langkah bersih-bersih dan menepis isu,” tandasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto,
mengatakan, pihaknya akan melakukan tes ulang terhadap 11.000 tenaga kontrak yang saat ini bekerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Tes ulang dilakukan setelah ia menemukan adanya tenaga kontrak fiktif.(nug)

