MAKASSAR, BKM — Kendati mendapat sorotan dari berbagai pihak, Pemerintah Kota Makassar tetap akan menggunakan geNose sebagai alat skrining untut peserta didik, khususnya yang sudah mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebutkan, teknologi geNose sebagai alat pendeteksi virus covid-19 melalui napas, sejalan dengan konsep masa depan ilmu kedokteran yang ditunjang dengan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), dengan model pendeteksian penyakit pada pasien melalui retina, darah, dan napas.
Sementara menurut Danny, pihaknya sangat menghargai inovasi dan karya anak bangsa seperti GeNose, di tengah situasi perang melawan covid-19.
“Sebagai pimpinan daerah kita senang pada inovasi-inovasi, meskipun UGM jaraknya jauh dari Makassar, tapi secara pikiran, kita merasa sangat dekat. Baru pertama ngobrol langsung konek,” ungkap Danny
Universitas Gajah Mada (UGM) memberi apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Makassar.
Seperti diungkap Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Prof Paripurna saat menerima kunjungan Wali Kota Makassar Danny Pomanto di Gedung Rektorat UGM, di Yogyakarta pekan lalu.
Prof Paripurna mengatakan, pihaknya baru mempersiapkan penerapan geNose di dunia pendidikan, ternyata Pemkot Makassar sudah lebih dulu memulainya.
“Ke depan geNose akan turun ke dunia pendidikan, namun Makassar sudah mendahului, kami baru selesai rapat senat fakultas, malah mereka memperingatkan kami mengapa tidak menggunakan geNose di universitas sendiri. Oh iya, karena kita terkonsentrasi melayani yang di luar,” ujarnya.
Mantan Dekan Fakultas Hukum UGM ini menambahkan, teknologi GeNose sebelumnya telah dipergunakan sebagai alat skrining di sektor transportasi, dan bilamana digunakan di dunia pendidikan dan industri akan memudahkan proses skrining dan tidak membuat siswa atau karyawan merasa tersiksa dicocok hidungnya setiap dilakukan tes antigen. (rhm)

