MAKASSAR, BKM–Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi bagian dari entrepreneur. Pemuda saat ini bukan lagi menjadi beban negara dan masyarakat, tapi ketika menjadi alumni di UNM, bisa menciptakan lapangan kerja.
Hal ini diungkapkan oleh Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam saat membuka kuliah umum peran pemuda dalam entrepreneurship untuk pengembangan kota di Ballroom Teater Gedung Pinisi UNM, Selasa (26/10).
Kuliah umum tersebut menghadirkan Bupati Kabupaten Wajo, Amran Mahmud dan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Enterpreneur di UNM dikatakamnya telah diberikan kepada mahasiswa sejak kuliah mata kuliah. Namun, implementasinya tentu harus ada dorongan dan dukungan dari pemerintah.
“Kita butuh orang yang berpengalaman di lapangan, tentu ada Pak Bupati Wajo yang punya program menciptakan 10.000 entrepreneur setiap tahun dan Walikota Makassar yang kaya akan pengalaman jiwa enterpreneurnya,” katanya.
Prof Husain pun mengajak bupati Wajo dan wali kota Makassar untuk berkolaborasi menjadikan teori entrepreneur yang ada di UNM berguna di masa depan.
“Kami menjawab tantangan visi kewirausahaan di UNM wajib hukumnya ada mata kuliah kewirausahaan. Salah satu karakter seorang enterpreneur itu selalu mau berinovasi, selalu kreatif dalam mengasah dirinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Wajo Amran Mahmud menyampaikan potensi pembangunan di kabupaten Wajo itu sangat luar biasa. Ada danau tempe dengan jumlah produksi ikan yang melimpah. Serta penghasil kacang hijau, jaringan gas, serra penghasil daging kedua setelah Kabupaten Bone.
“Jika dulu danau tempe dengan penghasil ikan terbanyak di Indonesia dengan jumlah lebih dari 50 ribu ton ikan setiap panen, sekarang sisa 15 sampai 20 ton saja. Nah jika pemikir-pemikir dari UNM dalam mengembangkan danau tempe ini, maka tidak akan kalah dengan danau-danau yang ada di Belanda,” jelasnya.(nug)

