USIANYA masih sangat belia, yakni 11 tahun. Namun, jika diajak berbicara tentang lingkungan, Lariza Perlita Nadif begitu bersemangat. Bahkan itu tema yang dipilihnya ketika berbicara pada grand final pemilihan Puteri Cilik Indonesia Sulsel 2021, dan Lariza menjadi juaranya.
MALAM itu, 30 Mei 2021. Lariza menampilkan kemampuannya berjalan di atas catwalk. Juga berbicara (speech) di depan umum. Temanya tentang Hari Lingkungan.
”Hari Lingkungan diperingati setiap tanggal 5 Juni. Dengan peringatan ini, kita harus menjaga lingkungan. Di antaranya dengan menanam pohon (reboisasi). Lingkungan juga harus terus dijaga agar tetap bersih dan tidak ada polusi. Menghadirkan lingkungan yang bersih adalah kewajiban. Manusia harus sadar terhadap lingkungan yang bersih agar kita bisa menikmatinya dengan nyaman,” kata Lariza dalam kanal Youtube Berita Kota Makassar. Ia menjelaskannya dengan menggunakan bahasa Inggris yang fasih, lalu kemudian diterjemahkan.
Ditanya tentang pertama kali terjun di dunia modeling, Lariza menyebut usia enam tahun ketika duduk di bangku kelas satu SD. Ia mengaku hal itu sebagai pilihannya sendiri, karena memang salah satu hobinya, selain menari.
Ia berkisah ketika pertama kali masuk kelas modeling ketika itu. Lariza sempat nervous, karena tidak punya dasar dan tak tahu apa-apa. Atas bimbingan dan latihan dari coachnya, Lariza akhirnya bisa mengerti dan mendapatkan ilmu yang diakuinya kelak akan menjadi bekal di kemudian hari.
”Waktu itu sebenarnya saya hanya ingin menambah pengalaman sehingga terjun ke dunia modeling. Pertamnya cuma dapat juara fotogenik atau favorit. Tapi saya tidak kecewa, meskipun tidak masuk tiga besar. Menang dan kalah hal yang biasa, dan saya menerimanya dengan lapang dada,” tuturnya.
Keuletannya dalam berlatih dan terus mengasah kemampuannya, Lariza pun kini menuai keberhasilan. Perjuangan kerasnya diganjar dengan berbagai prestasi. Salah satunya adalah menjadi Puteri Cilik Indonesia Sulsel 2021. Murid kelas VI SD Metro School inipun berhak mewakili Sulsel pada ajang yang sama di tingkat nasional.
Akan bertemu dengan perwakilan 30 provinsi dari seluruh Indonesia, Lariza berusaha mempersiapkan diri secara matang. Di antaranya mempermantap latihan, seperti berjalan di atas catwalk, publik speaking, serta pengetahuan tentang seni dan budaya. Termasuk menjaga mental serta kesehatan fisik.
Di bagian akhir, Lariza menyampaikan terima kasih kepada guru-guru serta teman-teman yang telah memberi support, sehingga dirinya memiliki kesempatan mewakili Sulsel di tingkat nasional. (*/rus)

