MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar terus mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang sekolah dasar (SD). Rencananya, simulasi PTM tahap pertama untuk jenjang SD akan dimulai Kamis (4/11) lusa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba menjelaskan, pihaknya sudah menetapkan sekolah mana saja yang akan memulai PTM tahap pertama untuk sekolah dasar. Dia mengemukakan, berdasarkan hasil verifikasi faktual yang diadakan sebelumnya, Disdik menetapkan lima sekolah setiap kecamatan.
Sekolah-sekolah yang terpilih untuk mengikuti PTM tersebut di luar sekolah yang ada di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang yang sudah melakukan PTM terlebih dahulu.
“Jadi kami menetapkan lima SD setiap kecamatan, di luar Kecamatan Sangkarrang. PTM akan dimulai Kamis 4 November mendatang,” katanya kepada BKM, Senin (1/11).
Nielma mengatakan, untuk tahap pertama ini, diprioritaskan sekolah-sekolah yang berada dalam satu kompleks. Alasannya, agar memudahkan mobilisasi tenaga kesehatan saat melaksanakan tes antigen.
Jadi misalnya, di Kecamatan Manggala, dipilih SD yang satu kompleks. Yakni SD Inpres Perumnas Antang I dan SD Inpres Perumnas Antang I-1, serta SD Inpres Antang II dan SD Inpres Antang II-1. Sementara satu lainnya adalah SD swasta, yakni SD Akar Panrita Mamminasata.
Begitu juga di Kecamatan Ujung Pandang. SD yang akan mengikuti PTM di antaranya SDN Sudirman I, II, III dan IV serta satu SD swasta yakni SD Islam Athirah. “Jadi di kecamatan lain seperti itu juga. Diprioritaskan sekolah yang satu kompleks,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Amalia Malik memastikan sekolah yang akan ikut PTM tahap pertama untuk jenjang SD telah lolos verifikasi faktual yang dilakukan Disdik. Di antaranya memastikan sekolah menetapkan protokol kesehatan secara ketat, baik dan benar. Juga memastikan pembelajaran berlangsung tanpa kendala. Utamanya, murid yang akan ikut pembelajaran memberi surat pernyataan persetujuan untuk mengikuti proses PTM.
“Jadi sekolah sudah dipastikan akan mengikuti dan mematuhi prosedur protokol kesehatan secara ketat,” jelasnya.
Dia menambahkan, sebelum melakukan proses pembelajaran, para murid juga harus melakukan tes swab antigen untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan.
Amalia menambahkan, jika ada siswa yang tidak dapat mengikuti proses PTM, sekolah harus memastikan bisa melakukan proses pembelajaran secara online atau daring.
Untuk tahap awal, PTM dibuka untuk murid kelas 5 dan 6. Hari berikutnya kelas 3 dan 4, dan keesokan harinya untuk kelas 1 dan 2.
Hingga kemarin, masih ada dua kecamatan yang masih dilakukan verifikasi faktual. Masing-masing Kecamatan Wajo dan Ujung Tanah.
Menurut Amalia, pihaknya masih mencari sekolah-sekolah yang berada dalam satu kompleks.
Jadi, sejauh ini memang belum ada sekolah yang diputuskan untuk mengikuti proses PTM tahap pertama tingkat SD di dua kecamatan itu.
“Kami masih melakukan verifikasi faktual terhadap SD di dua kecamatan tersebut. Kalau ada sekolah yang berada dalam satu kompleks, kami prioritaskan sekolahnya,” kata Amalia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah mengatakan sudah mempersiapkan tenaga kesehatan yang akan melakukan antigen bagi seluruh siswa SD di Makassar.
Dia menekankan, swab antigen sebagai hal yang wajib sebelum dimulainya pembelajaran tatap muka. “Sangat siap, siap pokoknya berapapun dibutuhkan untuk tes antigen kami siap dan ada, kita dukung upaya Diknas jika ingin PTM asalkan sesuai prokes,” katanya.
Ida –sapaan akrabnya– juga akan melakukan skrining covid-19 mengunakan alat genose. (rhm)

