MAKASSAR, BKM — Pemerintah Pusat memberi lampu hijau untuk daerah yang akan melakukan vaksinasi covid-19 terhadap anak usia 6-11 tahun.
Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 disebutkan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dibolehkan dengan ketentuan telah mencapai target minimal 70 persen dosis pertama dari total sasaran, dan target minimal 60 persen dosis pertama lansia.
Jika merujuk pada ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat, maka Kota Makassar belum memenuhi syarat untuk memulai vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun.
Pasalnya, capaian vaksinasi untuk lansia baru mencapai 41,37 persen atau 41.902 jiwa untuk dosis pertama dan 34,51 persen atau sekitar 34.952 jiwa dosis kedua dari sasaran 101.284 jiwa penduduk.
“Capaian vaksinasi untuk lansia itu baru 41,37 persen dari total sasaran. Itu data per 9 Desember 2021,” singkat Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Nursaidah Sirajuddin.
Sedangkan untuk capaian vaksinasi covid-19 secara keseluruhan sudah mencapai 78,27 persen dosis pertama dari total sasaran 1.102.330 jiwa.
Hal itu menunjukkan bahwa capaian vaksinasi secara keseluruhan sudah sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan pemerintah pusat untuk memulai vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun.
Nursaidah mengaku siap melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Hanya saja, pihaknya masih menunggu surat edaran dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes)..
“Bila sudah ada surat edaran dari Kemenkes, pasti kita siap laksanakan,” papar dia.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menegaskan, pihaknya terus memasifkan vaksinasi covisd-19 dengan sejumlah program.
Diantaranya vaksinasi door to door untuk lansia, dan vaksinasi bagi pelajar 12 tahun ke atas.Targetnya hingga akhir tahun capaian vaksinasi sudah berada di angka 80-90 persen.
Khusus di Desember ini, Danny akan menggelar program vaksinasi berhadiah motor.
Awalnya, Danny akan melakukan vaksinasi on the road di pekan terakhir Desember. Namun dikhawatirkan hal itu akan memicu persepsi bagi pengendara seolah-olah dilakukan penyekatan.
“Kemungkinan vaksinasi per kecamatan. Jadi dikasih keluar dengan undian bagi yang vaksin. Tapi nanti tidak pakai uang negara. Nanti kita cari yang sama-sama ingin melakukannya,” sebutnya. (rhm)

