pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berawal dari Jualan Bakmi, Target Ekspor Tahun Depan

Ridwan Wahyudi Chandra, Pemilik Usaha Lombok Kuning Simpati

TAK sedikit kesuksesan diraih dari sebuah usaha kecil. Ridwan Wahyudi Chandra membuktikan hal itu. Dari jualan bakmi di rumah yang dilakoni bersama orang tuanya, ia kini bisa mencapatkan cuan besar dari usaha Lombok Kuning Simpati.

RIDWAN hadir di studio podcast BKM di Lantai III Gedung Graha Pena, Rabu (15/12). Kisah perjalanan bisnis yang digeluti serta harapannya ke depan, diulas dan tayang di kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Menurut pria kelahiran Makassar, 23 April 1981 ini, cikal bakal usahanya bermula di tahun 1998 lalu. ”Waktu itu orang tua jualan bakmi di rumah. Untuk sambelnya kita buat sendiri,” tutur Ridwan. Seiring berjalannya waktu, ternyata pelanggan banyak yang datang sekadar untuk membeli sambelnya saja. Terpikirkanlah untuk membuat brand sambel tersendiri untuk dipasarkan keluar.
”Waktu banyak pelanggan yang datang hanya untuk beli sambel, orang tua saya bilang kenapa kita tidak buat brand sendiri lalu dijual,” ungkap Ridwan.
Keinginan itupun akhirnya terwujud. Dari pembicaraan dengan orang tua, di tahun 2017 dibuatlah brand sendiri yang diberi nama Simpati. Hasilnya tidak mengecewakan. Sambel Kuning Simpati kini bisa dengan mudah didapatkan di toko-toko, swalayan, serta supermarket. Bahkan, sudah dikirim hingga Papua.

Ridwan punya keinginan dan harapan, di tahun 2022 mendatang bisa mengekspor sambal hasil olahannya. Untuk itu, ia dan tiga karyawan yang dipekerjakannya di rumah yang juga dijadikan tempat usaha di Jalan Sulawesi Nomor 204 Makassar terus menjaga mutu serta kualitas sambal yang dihasilkan.
Karena konsistensi itu pula, Sambal Kuning Simpati tak terkena dampak pandemi covid-19. Malah, menurut Ridwan, di saat perusahaan besar memilih merumahkan karyawannya, ia malah menambah pegawai. Hal tersebut dilakukan seiring meningkatnya produksi dan pesanan.
”Jadi kuncinya adalah menjaga mutu, cita rasa, dan kualitas. Dengan cara seperti itu, kami yakin pelanggan tidak akan ke mana-mana,” tandasnya penuh optimisme.
Sambal yang diproduksi Ridwan telah mengantongi sertifikat MUI. Karenanya, ia menjamin aman dikonsumsi. Pelanggan bisa mendapatkannya dalam ukuran yang bervariasi sesuai keinginan. (*/rus)




×


Berawal dari Jualan Bakmi, Target Ekspor Tahun Depan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link