MAKASSAR, BKM — Video viral terkait aksi kekerasan siswi yang viral beberapa hari terakhir berbuntut panjang.
Kendati pihak sekolah dan disdik telah mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, namun keluarga salah seorang siswi (Al) yang merasa jadi korban kekerasan tidak terima.Persoalan ini kemudian dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Salah seorang paman korban, Andi Patarai, menjelaskan, video viral itu membawa dampak beban psikologis terhadap AL sehingga yang bersangkutan enggan ke sekolah.
Dia menegaskan, keluarga juga keberatan jika dikatakan apa yang beredar di media sosial hanya sebuah konten.
Orang tua sangat menyayangkan pernyataan kadisdik Makassar yang mengatakan persoalan tersebut telah selesai. Bahwa video yang beredar bukan aksi kekerasan namun hanya sebatas konten.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto pun mengatakan, jika video yang beredar itu bukan sebatas konten.
“Bukan membuat konten. Alasannya adalah karena konten mereka begitu. Masa buat konten begitu. Terbalik itu. Karena konten mereka berantem. Tersinggung karena konten,” kata Danny saat ditemui di ruang kerjanya, kantor wali kota Makassar, Kamis (13/1).
Dia mengaku sudah sampaikan ke kepala Dinas Pendidikan dan memperingati seluruh kepala sekolah untuk melakukan pengawasan melekat terhadap semua anak didiknya.
“Persoalan itu terjadi karena tidak termonitoring semua konflik di antara peserta didik. Apa tugas guru BP. Mestinya konflik begini ada penyuluhannya. Ini menyangkut manajemen sekolah,” jelas Danny.
Orang nomor satu Makassar inipun mengancam akan memecat kepala sekolah yang tidak bisa mengelola sekolahnya dengan baik. Termasuk memberi bimbingan kepada peserta didik.
“Artinya kepsek itu harus betul-betul dekat bukan hanya sama anak sekolahnya tapi ke orang tua siswa juga. Sebagai bagian dari kedekatan kalau ada konflik begitu. Peringatan kepada seluruh kepsek. Kalau kepsek tidak bisa kelola sekolahnya, termasuk kelola anak muridnya, saya pasti ganti,” tandas Danny. (rhm)

