pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pengungsi Dampak Banjir Butuh Bantuan Makanan

Balita dan Lansia di Blok 10 Antang Dievekuasi ke Masjid

MAKASSAR, BKM — Curah hujan cukup tinggi di Makassar masih terjadi hingga Selasa (22/2). Akibatnya, sejumlah wilayah terendam banjir. Warga pun terpaksa mengungsi ke lokasi yang cukup aman.
Laporan dari Kepala Pelaksanan (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, menerangkan bahwahingga pukul 17.20 Wita, kemarin, Perumahan Kodam III dan Katimbang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya
terendam banjir.

“Poros Jalan Katimbang ketinggian air 50 hingga 60 sentimeter. Sementara di Kodam III Jalan Kotipa, ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter. Akses masih dapat dilalui roda empat,” ungkap Achmad Hendra, Selasa (22/2).
BPBD menetapkan status waspada di wilayah tersebut. Namun jika curah hujan terus bertambah, maka akan ada peningkatan status.
Akibat banjir yang terjadi di dua wilayah tersebut, sejumlah warga mengungsi ke Masjid Nurul Ikhlas BTN Kodam III Hingga kemarin sore, jumlah pengungsi sebanyak 16 orang dari 3 kepala keluarga (KK). Masing-masing tujuh laki-laki dewasa, enam perempuan dewasa, satu anak-anak, dan dua bayi.

“Mereka mengungsi karena ketinggian air di rumah mereka sudah sekitar setengah meter lebih,” ungkap Achmad Hendra.
Saat ini, ada sejumlah kebutuhan mendesak untuk pengungsi. Di antaranya logistik berupa makanan, air minum, dan kebutuhan bayi.
Masih di Kecamatan Biringkanaya, lokasi lain yang terendam banjir adalah Kampung Ce’de. Ketinggian air 30 sentimeter, dan Pondok Asri 1 setinggi 20 sentimeter, dan Green Sudiang Resindence dengan ketinggian air 30 sentimeter.
Di Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya banjir terjadi di Kompleks Purnawirawan PAI 1, RT 02/RW 06. Ketinggian air di perumahan tersebut 50-sentimeter. cm. Sebanyak 60 jiwa terdampak banjir. Ada yang masih bertahan di rumah, dan ada juga yang mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terdampak. “Warga yang terdampak banjir butuh makanan siap santap, biskuit, dan susu bayi /balita,” tambah Achmad Hendra.
Sementara di RT 01/RW 06, ketinggian air berkisar 50-100 sentimeter. Sembilan warga mengungsi ke tempat yang aman.
Di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, beberapa lokasi tergenang air. Di antaranya Jalan Paccerakkang dengan ketinggian air 30 sentimeter, RT 02 RW 06 30 sentimeter, jalan poros Paccerakkang ketinggian air 30 sentimeter, dan dan beberapa lokasi lain.
Banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Kecamatan Manggala. Seperti di Jalan AMD Borong Jambu, Kampung Kajang, Jalan Rammatullah Raya Bontoa, dan Kampung Romang Tangngayya. Ketinggian air 25 sentimeter hingga satu meter lebih.
Sementara itu, sebanyak 80 orang mengungsi di Masjid Jabal Nur, RW 11, Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala. Dari pengungsi itu, dua bayi, enam balita, empat lansia, satu ibu hamil, 17 anak-anak dan 50 orang dewasa. Mereka yang mengungsi adalah warga yang bermukim di Blok 10 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengemukakan, pihaknya sudah menurunkan tenaga kesehatan (nakes) di titik-titik pengungsian untuk memeriksa kondisi para pengungsi. “Petugas kesehatan dari Puskesmas Antang Perumnas memberikan pelayanan kesehatan di titik pengungsi Banjir, masjid Jabal Nur, RW 11, Kelurahan Manggala. Juga di lokasi pengungsian lainnya,” kata wanita yang akrab disapa dr Ida itu.

Warga Didata

Menyikapi banjir yang terjadi di wilayahnya, Camat Manggala Andi Fadli serta Lurah Manggala Arwina, turun memantau langsung kondisi warganya. Ia menemui mereka yang terdampak banjir di posko pengungsian.
Menurut Andi Fadli, warga yang terdampak banjir sudah tertangani dengan baik. Mereka sudah dievakuasi di posko-posko pengungsian yang telah disiapkan. Walaupun masih ada juga warga memilih belum pindah ke pengungsian dan tetap di rumahnya. “Warga yang terdampak banjir dievakuasi ke posko pengungsian. Kami mengunakan Masjid Jabal Nur Blok 10,” sebutnya.

Sementara Lurah Manggala Arwina, menyampaikan warga yang mengungsi akan terus didata untuk mengetahui persis kebutuhan mereka yang mengungsi.
Untuk kondisi ketinggian air yang cukup tinggi menyebabkan banyak rumah warga yang kebanjiran.
“Ketinggian dari jalan sudah masuk ke dalam rumah warga. Namun masih ada rumah yang kondisinya aman,” ungkap Arwina.
Ketua RT 04 Jalan Kecapi, Perumnas Antang, Johansyah mengatakan, warga saling tolong menolong mengevakuasi tetangga yang rumahnya terendam air. “Sebagian mengungsi. Tapi ada yang bertahan di rumah saja sambil menunggu sampai air surut,” ujarnya, kemarin.

Dia menilai, banjir yang terjadi di Perumnas Antang ini karena masalah saluran air yang kecil. Juga karena kurangnya perhatian pemerintah mengatasi saluran drainase, sehingga tak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Blok 10 di sini tidak ada penanganan dari pemerintah terkait drainasenya. Drainase ambil andil soal banjir. Kami berharap pemerintah bisa mengambil langkah serius supaya kami tidak kebanjiran terus setiap ada hujan deras seperti sekarang,” imbuhnya. (rhm-arf-jun)




×


Pengungsi Dampak Banjir Butuh Bantuan Makanan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link