MENJADIKAN hobi sebagai pekerjaan merupakan impian banyak orang. Sebab dengan cara itu seseorang bisa menyalurkan bakatnya dan mendapatkan cuan. Seperti yang dilakoni pria yang satu ini.
NAMA lengkapnya Slamet Riyanto. Karib disapa Memet. Ia lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, 16 Februari 1990. Besar di Makassar karena merantau bersama orang tua.
Di tahun 2015 ia memulai sebuah usaha yang diberinya nama Cibaduyut Car Style. Berlokasi di Jalan Dg Tata 1 Blok IV samping Masjid Nurul Huda, Kota Makassar.
Menjadi tamu siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Senin (7/3), Memet berkisah tentang perjalanan usahanya. Kata bapak dua anak ini, semuanya berawal dari sebuah hobi.
”Saya memang hobi otomotif. Suka modifikasi mobil sendiri. Seiring berjalannya waktu, sebelum saya buka bengkel, teman-teman kadang bertanya di mana dimodifikasi. Saya bilang modifikasi sendiri. Kelengkapannya dibuat sendiri,” ungkap Memet.
”Awalnya satu persatu datang. Akhirnya saya melihat ada peluang karena mereka tertarik dengan hasil karya sendiri. Di situlah kemudian saya berpikir untuk membuka usaha bengkel sendiri,” tambah pria yang sehari-harinya disapa Ayah ini.
Memet merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya asli orang Jawa. Ia kemudian mendapatkan jodoh seorang perempuan asal Pinrang.
Dalam berusaha, pria berusia 28 tahun ini punya pegangan hidup. Menurutnya, ada banyak bengkel modifikasi di Makassar. Untuk itu dirinya selalu berusaha untuk menjaga kualitas hasil kerjanya. Dengan begitu konsumen akan datang dengan sendirinya.
Bagi Memet, uang nomor dua. Kualitas kerja yang bagus menjadi hal utama. Dari itu uang akan datang.
Karena prinsip itulah usaha bengkel modifikasi Cibaduyut Car Style terus berkembang. Bahkan kini telah mempekerjakan sembilan orang karyawan. Sebagai owner, Memet tak segan untuk turun tangan mengerjakan hal-hal yang bisa dilakukannya.
”Saya orangnya lebih senang bekerja. Membuat kreasi dengan tangan sendiri. Tidak tinggal duduk saja. Kerjanya dengan hati dan nikmati prosesnya,” imbuhnya.
Memet punya motto hidup, belajarlah jujur dalam menjalani hidup. Karena apabila kita menanamkan kejujuran, akan berbuah yang baik-baik.
Tidak heran jika Memet memiliki konsumen yang tak sedikit. Bukan hanya di kawasan Sulawesi Selatan, pelanggan Cibaduyut Car Style juga datang dari Kalimantan dan Kendari, Sulawesi Tenggara.
Untuk bahan baku, Memet menyebut sebagian didatangkan dari pulau Jawa. Ada pula yang dibuat sendiri.
Memet mengungkap sebuah kisah yang pernah dialaminya dalam bekerja. Di tahun 2021 lalu ada seorang yang meneleponnya. ”Ini Cibaduyut Car Style, ya? Saya jawab, ya. Dia bilang ada mobilnya yang mau dimodifikasi tapi masih ada di showroom. Mobilnya sudah dibayar lunas. Saya sendiri yang datang ambil itu mobil lalu dikerja. Saya tidak pernah bertemu langsung dengan ownernya. Nanti tiga bulan, setelah selesai modifikasi saya ketemu dengan dia. Orang Parepare,” ungkap Memet.
Apa yang dialaminya itu tidak terlepas dari sikap konsumen yang telah menaruh kepercayaan besar terhadap dirinya. Memet pun merespons hal itu dengan memberikan pelayanan dan hasil kerja yang maksimal.
Kepada anak muda yang cinta otomotif, Memet berpesan agar mereka selalu berkreasi positif. Tak lupa ia mendoakan agar dunia otomotif di Sulsel bisa terus berkembang dan lebih banyak mengikuti ajang di tingkat nasional. (*/rus)

