MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berjanji akan mengevaluasi kontrak dan kontribusi di sejumlah perusahaan yang beraktivitas di Sulsel, seperti halnya PT Vale. Apalagi muncul sorotan dari anggota DPRD Sulsel yang menganggap keberadaan PT Vale hanya menyisakan masalah untuk Sulsel.
“Kita harus evaluasi, kita akan lihat perkembangannya. Tentu kita monitor semua,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Senin (21/3) di Hotel Claro Makassar.
Sebelumnya, DPRD Sulsel mengkritik keberadaan PT Vale yang selama 50 tahun beroperasi di Sulsel, dianggap hanya meninggalkan kerusakan lingkungan dan tidak memberikan kontribusi berarti untuk masyarakat setempat.
Menanggapi itu, kata ASS selain mengevaluasi kontrak, dan sejumlah masalah yang ditimbulkan di Sorowako. Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikeluarkan PT Vale juga akan di croscek penyalurannya.
“Termasuk itu dana CSR untuk masyarakat,” katanya .
Terkait hal itu, Senior Manager Communication PT Vale, Bayu Aji mengklaim pihak PT Vale telah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat selama beroperasi, termasuk membangun manusia. Salah satunya kata dia dengan membuka peluang kerja yang saat ini disebutkannya sekitar 11.000 pekerja dari masyarakat lokal dan secara nasional.
“Sebanyak 87 persen karyawan adalah masyarakat lokal di Kabupaten Luwu Timur tempat tambang dan pabrik perusahaan beroperasi saat ini,”katanya.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Sulsel meminta kontrak PT Vale di Sorowako yang akan habis pada 28 Desember 2025 tak lagi diperpanjang pemerintah pusat. Kontribusi Vale dinilai minim dan malah menyebabkan banyak kerusakan lingkungan.
“Kami di DPRD Sulsel meminta agar pemerintah pusat tidak memperpanjang kontrak kerja ini. Selama 50 Tahun PT Vale di Sulsel hanya menyisakan masalah, kerusakan lingkungan. Tidak ada nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina. (jun)

