MAKASSAR, BKM — Ingin pulang kampung ke Surabaya, Selayar, Baubau, dan Batulucin dengan armada bernuansa hotel, maka naiklah kapal milik PT Dharma Lautan Utama.
”Ingin pulang kampung dengan santai tanpa harus berdesak-desakan, punya banyak waktu berkumpul bersama keluarga dan tentunya dapat diskon harga tiket sebesar 15 persen, maka berangkatlah di awal Ramadan atau di H-29 hingga H-23 atau pada tanggal 3 sampai 9 April 2022,” kata Manajet PT Dharma Lautan Utama Cabang Makassar, Budiono SE, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/3).
Budi, begitu pria murah senyum ini akrab disapa, mengatakan, dalam menghadapi angkutan liburan, lebaran, dan angkutan logistik, PT Dharma Lautan Utama sendiri telah melakukan persiapan baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun armada.
”Pada 9 Maret 2022, kami telah mengadakan rapat koordinasi di Solo, Jawa Tengah. Pelaksanaan rapat ini sendiri dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dari seluruh insan Dharma Lautan Utama. Dalam rapat ini dibahas bagaimana memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pengguna armada Dharma Lautan Utama. Sehingga mereka akan merasa nyaman dan aman,” kata Budi.
Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman tersebut, tambah Budi, maka beberapa hari lalu seluruh armada Dharma Lautan Utama, termasuk yang dioperasikan dari wilayah Makassar ke Surabaya, Selayar, Baubau, dan Batulicin, sudah dilakukan perawatan.
Terkait adanya penghapusan hasil tes PCR maupun antigen kepada setiap calon penumpang oleh pemerintah, menurut Budi, adalah keputusan yang sangat tepat. Dan ini setidaknya akan menggairahkan masyarakat untuk pulang kampung dengan menggunakan beragam alat transportasi. Apalagi sudah dua tahun mereka tidak melakukan pulang kampung akibat adanya pandemi Covid-19.
”Tapi penghapusan syarat melampirkan hasil tes PCR maupun antigen ini hanya berlaku untuk penumpang yang telah melakukan vaksinasi kedua maupun bosster. Sedangkan bagi penumpang yang baru satu kali divaksin, harus tetap melampirkan hasil tes PCR maupun antigen. Begitu pula bagi penumpang yang sama sekali belum pernah divaksin Covid, harus melampirkan hasil tes PCR maupun antigen ditambah surat keterangan dokter yang menyebutkan kalau penumpang tersebut tidak bisa divaksin suatu hal tertentu atau punya komorbid. Untuk penumpang balita harus tetap didampingi orangtuanya,” jelas Budi
Pada kesempatan tersebut, Budi juga menjelaskan, meski saat ini pandemi Covid-19 telah menuju ke endemi, namun pihak Dharma Lautan Utama tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Tidak saja kepada para penumpang, juga kepada seluruh kru dan karyawan Dharma Lautan Utama.
”Untuk tetap memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna Dharma Lautan Utama, seluruh kru dan karyawan kami tetap mendapat pemeriksaan kesehatan secara periodik. Juga, pemberian makanan bergizi dan suplemen untuk menambah daya tahan tubuh mereka. Begitu pula di atas armada dan di kantor Dharma Lautan Utama sendiri dilakukan penyemprotan sanitizer,” tutur Budi seraya menambahkan, di atas armada Dharma Lautan juga disiagakan petugas medis untuk memberikan perawatan kepada penumpang dan kru yang membutuhkannya. (mir)

