MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan menikahkan putri sulungnya Aura Aulia Imandari. Rencananya, perhelatan akbar tersebut akan digelar usai lebaran Idulfitri mendatang. Aura akan dinikahi oleh seorang dokter bernama Udin Saputra Malik.
Berbagai persiapan sudah dilakukan. Termasuk penyusunan konsep pernikahan yang memadukan tradisional dan teknologi. Prosesi pernikahan akan berlangsung selama tiga hari, 5-7 Mei 2022 yang dilaksanakan di tiga tempat berbeda.
Untuk acara mappaccing (korontigi), akan dilaksanakan di kediaman pribadi sang wali kota yang berlokasi di Jalan Amirullah, Makassar. “Kalau acara mappacci, pakaian yang akan dikenakan adat Gorontalo. Semua bernuansa Gorontalo. Makanannya juga. Untuk resepsi dan nikahnya akan menggunakan adat Bugis Makassar,” ujar Danny.
Untuk resepsi, Danny memilih dua tempat yakni di Dusun Tokka, Desa Bontomarannu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros dan Gedung Upperhills yang berada di Jalan Metro Tanjung Bunga.
Di Tokka, Danny rencananya akan menerima undangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga RT/RW. Konsepnya terbuka karena tamu yang akan diundang ribuan orang.
“Jadi RT/RW hingga tokoh-tokoh masyarakat saya terima di Tokka. Terbuka karena cukup banyak orang,” jelasnya.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Polsek Moncongloe, Polres Maros. Juga dengan Bupati Maros.
Sementara di Upperhills, rencananya Danny akan menerima kalangan politisi, birokrat, pengusaha. Untuk resepsi di Upperhills, Danny berencana memperkenalkan konsep Metaverse. Alasannya, dia punya komitmen untuk menerapkan teknologi metaverse di Makassar. Karenanya, dia harus memberi contoh seperti apa penerapannya. Tema resepsi di Upperhills berbau tradisional yakni Suatu Saat di Desa Sulawesi Selatan.
Hajatan ini dipastikan akan menarik perhatian orang banyak. Danny memasukkan konten sejarah, pariwisata, dan kerakyatan yang dikemas dalam konsep metaverse.
Nantinya, akan ada satu layar sangat lebar yang menyaksikan keindahan alam serta suasana desa dengan beragam hewan. Juga disajikan aneka rumah adat dan panorama dari 24 kabupaten/kota.
Ada momen tertentu, beberapa komponen dalam video disajikan dalam virtual reality.
Khusus undangan, tidak lagi menggunakan undangan fisik, melainkan undangan pernikahan dengan konsep augmented reality (AR). Undangan tersebut menggunakan objek digital yang dapat dimunculkan ke dunia nyata.
Menariknya, undangan ini akan memberikan informasi pelaksanaan pernikahan dalam bentuk animasi atau 3D. Kata Danny, ini salah satu upaya untuk memberi contoh kepada masyarakat terkait penerapan metaverse.
“Saya punya komitmen pada saat rakorsus kemarin bahwa kita ingin metaversekan Makassar. Tentunya sebagai pemimpin di Kota Makassar harus mulai dari kita,” ucap Danny.
Danny menamai undangan tersebut sebagai ‘Madduppa Metaverse’. Maddupa dalam bahasa Bugis Makassar artinya mengundang. “Jadi orang bisa lihat bagaimana saya mappatabe di undangan. Jadi ini adalah mappatabe dengan gaya metaverse,” sebut Danny. (rhm)

