MAKASSAR, BKM — Satu lagi kafe baru beroperasi di Makassar. Namanya Walking Drums Cafe. Berlokasi di Jalan Emmy Saelan, tak jauh dari kantor DPP IMMIM Jalan Jenderal Sudirman.
Peresmian kafe ini dilakukan mantan Kapolda Sulsel Irjen Pol (Purn) Dr Burhanuddin Andi, Minggu (27/3), yang ditandai dengan pengguntingan pita. Hadir pemilik kafe Prof Dr H Abdul Latif, owner WD Makassar Hikmah Mardekawati, para karyawan, pengelola Walking Drums, serta puluhan alumni Fakultas Hukum UMI dan undangan lainnya.
Burhanuddin Andi mengatakan, kehadiran Walking Drums Cafe di Makassar
ini cukup menggembirakan dan diharapkan kelak akan memicu serta memacu dunia usaha di kota ini. ”Kafe ini
juga menjadi salah satu alternatif tempat bersantai bersama keluarga dan teman-teman yang letaknya cukup strategis di
Makassar,” kata mantan Kapolrestabes Makassar kelahiran Soppeng itu.
”Jika kelak usaha berjalan baik, yakinlah Walking Drums akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Kota Makassar,” tambah Burhanuddin Andi yang kini menekuni profesi sebagai pengacara (lawyer).
Ia mengingatkan kepada pengelola dan karyawan, jika ada tamu berkunjung, idealnya dilayani dengan hati. Karena cara seperti itu akan membuat tamu
memiliki simpati, dan secara tak langsung mendoakan, agar usaha dapat berjalan baik dan sukses. Pada
akhirnya, kita berharap semoga usaha agar penuh keberkahan Allah Swt.
Sementara Owner Walking Drums Cafe Prof Dr H Abdul Latif mengungkapkan, Walking Drums Cafe di
Makassar ini merupakan outlet ketiga yang dikelola dengan sistem franchise. Usaha yang sama juga beroperasi di Kota Jakarta dan Depok. Dalam waktu dekat, akan buka lagi Cabang baru di Ancol, Jakarta.
Abdul Latif yang juga mantan hakim adhoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mahkamah Agung RI selama 15 tahun
itu menambahan, agar dunia usaha berjalan sesuai harapan, tentunya para pengusaha rindu mendapatkan
perlindungan dan jaminan keamanan berinvestasi. Pertimbangannya, suasana seperti itu menjadi bagian dari iklim usaha
yang baik guna menggairahkan dunia usaha.
”Hal terpenting, bagaimana agar usaha seperti Walking Drums Cafe ini disupport dan mendapatkan pembinaan
serta perlindungan, sehingga mampu berkontribusi pada pemerintah dan mampu melayani masyarakat umum
sesuai manajemen perusahaan yang menganut sistem franchise,” tandas Abdul Latif.
Di bagian lain, mantan Dekan Fakultas Hukum UMI itu menambahan, sebagai warga
Makassar, pihaknya berkeinginan agar keberadaan Walking Drums ini turut menyemarakkan kota metropolitan
Makassar menuju kota dunia.
”Untuk itu, Walking Drums yang telah mendunia dengan sistem franchise ini, ingin berperan serta dalam upaya
mewujudkan Makassar menuju kota dunia. Jadi prinsipnya, kami hadir bukan semata-mata karena motivasi
keuntungan usaha, tapi juga senantiasa memikirkan kemajuan kota Makassar,” tandas Abdul Latif. (rls)

