MAKASSAR, BKM — Usai melakukan mutasi puluhan pejabat eselon III dan IV, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bakal melakukan evaluasi dan mengisi posisi kepala sekolah (kepsek) yang kosong. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, kali ini, Danny akan membuka seleksi untuk posisi kepala sekolah yang lowong.
Model seleksinya, kata Danny, hampir sama dengan seleksi pejabat. Jadi ada beberapa tahapan yang harus diikuti para calon kepala sekolah.
“Jadi ada ide, kita tes saja. Modelnya mirip-mirip seleksi pejabat. Kita buat tes untuk calon kepala sekolah supaya lebih kelihatan performanya,” ungkap Danny saat diwawancara usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Makassar, Selasa (7/6).
Seleksi calon kepala sekolah rencananya akan dibuka pekan depan dan dilakukan secara terbuka. Danny mengaku segera memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk menyusun semua persyaratan dan jadwal seleksi agar bisa segera dilaksanakan.
“Saya segera sampaikan ke BKD (BKPSDM) untuk segera susun aturannya. Cara pendaftaran seperti apa, persyaratan, dan tahapannya,” kelas Danny.
Proses pengisian jabatan kepala sekolah ini akan diupayakan bersamaan dengan pengisian kepala puskesmas (kapus) yang juga banyak kosong. Danny mengaku akan melakukan penyegaran terhadap seluruh kapus yang ada.
“Banyak kapus yang harus disegarkan. Inimi sebentar malam (Selasa malam) saya bicarakan. Saya akan panggil mereka yang berkaitan dengan ini,” tambahnya.
Selain mengisi posisi kepala sekolah yang kosong, lanjut Danny, pihaknya juga akan melakukan mutasi besar-besaran para kepala sekolah yang ada saat ini. “Paling banyak jajaran kepala sekolah, mencapai 500 orang, kepala puskesmas 47 orang,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKPSDM Makassar Andi Siswanta Attas, menerangkan tujuan seleksi kepala puskesmas dan kepala sekolah berdasarkan keinginan wali kota, bertujuan mencari orang-orang handal untuk menduduki tempat-tempat yang kosong.
Pihaknya akan segera menggelar rapat untuk mempersiapkan seleksi sesuai perintah wali kota. Karena walaupun bentuknya seleksi, tentu akan sedikit berbeda dengan seleksi pejabat yang sudah dilakukan sebelumnya. Selain itu, pihaknya juga harus berkoordinasi dengan OPD terkait, yakni Disdik dan Dinas Kesehatan terkait teknis pelaksanaannya.
“Tetap kita harus koordinasi dulu sama SKPD masing-masing. Karena dia yang mau pake kan. Harus ada rambu-rambu dari mereka. Kan beda kalau tes kepala sekolah, tes kepala puskesmas, dengan eselon II dan eselon III. Pasti berbeda,” kata lelaki yang akrab disapa Wanta itu.
Dia menambahkan, tidak perlu membentuk timsel atau pansel. Karena bidang mutasi di BKPSDM bisa bekerja sama dengan Kasubag Kepegawaian di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim mengatakan, khusus posisi kepala sekolah, saat ini ada 70 yang lowong. “Posisi yang lowong saat ini diisi pelaksana tugas,” ungkap Muhyiddin.
Dia mengatakan, mutasi kepala sekolah diwacanakan berlangsung sebelum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Jadwal pendaftaran PPDB dilakukan pada 20 Juni mendatang. (rhm)

