pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dewan Desak Dinsos Tertibkan Waria

MAKASSAR, BKM — Warga kota Makassar mulai mengeluhkan keberadaan waria (wanita-pria) yang saat ini marak beraktivitas di dalam kota. Bahkan mereka terang-terangan melakukan perbuatan yang tercela seperti saat mengendarai sepeda motor di Jalan AP Petta Rani beberapa waktu lalu.

Salah seorang warga bernama M Ridwan mengatakan, maraknya waria juga sudah merambah hingga masuk ke perumahan warga.”Saya risih dengan keberadaan waria di dalam kompleks perumahan. Apalagi mengenakan busana yang sangat minim.Saya khawatir tingkahnya akan di tiru anak-anak,” katanya ditemui di Perumahan Perumnas Tamalate II ini.

Ridwan juga mensinyalir bahwa maraknya waria merupakan eksodus atau datang dari beberapa kota lain.
“Di kota Makassar inikan banyak hiburan malam, saya yakin mereka (waria-red) datang kesini. Bahkan tak jarang ada yang menetap di sini juga,” tuturnya.
Sementara itu, anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar juga mendesak Dinas Sosial melakukan penertiban terhadap waria.
Ketua Komisi D, Andi Hadi Ibrahim Baso, menjelaskan, salah satu keresahan sosial yang harus segera ditindaklanjuti adalah banyaknya waria di kota ini.

“Sekarang sudah banyak waria di kota Makassar. Marak itu dan kita mendesak Dinas Sosial untuk menertibkan itu,” ungkap Andi Hadi.
Dinas terkait dan para pengusaha, utamanya di tempat hiburan malam perlu menyikapi persoalan ini. Jangan sampai meresahkan masyarakat.
“Apalagi kita punya budaya lokal. Jangan sampai budaya ketimuran kita dicederai dengan hal-hal begitu. Ini tidak sesuai dengan budaya kita di Makassar ini,” tuturnya.

“Semua stakeholder terkait agar melakukan langkah taktis, berkolaborasi. Kalau perlu menggandeng Kapolrestabes untuk penertiban di Kota Makassar,” tandas Andi Hadi.
Menyikapi keluhan itu, Kepala Dinas Sosial Makassar, Aulia Arsyad, menerangkan, waria memang akhir-akhir ini menjadi viral. Secara langsung, penanganan penjangkauan waria masuk pada pembinaan Dinas Sosial.
“Melalui penjangkauan, bila mana kita melihat mangkal di pinggir jalan, dengan ini kita bisa mendata dan mengembalikan ke keluarga untuk menjadi pembinaan langsung,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, Dinsos juga setiap tahunnya memberi pelatihan kepada WTS dalam bentuk jahit menjahit dan waria dalam bentuk merias wajah. Tahun ini pihaknya juga akan melaksanakan pelatihan dengan orang yang berbeda.
“Khusus waria memang ada persatuannya dan kami lihat kegiatannya dalam bentuk positif. Kalau yang lagi viral mereka orang per orang dan memang mungkin mau cepat terkenal melalui jalur media sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Eldi Indra Malka mengatakan beberapa tahun lalu, khusus waria, kalau terjangkau oleh pihak Dinsos, biasanya titip juga di Mattiro Deceng. Namun sekarang tidak lagi. Yang dititipkan hanyalah WTS.
“Pernah kami juga melakukan razia pekerja waria di Pekuburan Panaikang, samping TMP sampai kami kejar hingga ke dalam. Tapi kami mendapatkan lemparan dan busur dari beberapa orang yang ada di sana,” tambahnya.
Dia mengatakan jika ada laporan dari masyarakat terkait waria yang meresahkan dsegera laporkan ke Dinsos.”Tim TRC kami akan langsung turun bila mana laporan tersebut masuk ke Dinsos,” tandasnya. (rhm)




×


Dewan Desak Dinsos Tertibkan Waria

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link