SINJAI, BKM — Peristiwa berdarah kembali terjadi di Kabupaten Sinjai. Kali ini berlangsung pada sebuah rumah masa gula aren di Dusun Bolalangiri, Desa Bonto Katue, Kecamatan Sinjai, Borong. Satu orang meregang nyawa di lokasi kejadian pada Senin (8/8).
Korban bernama Hasan. Berusia 52 tahun. ia mengembuskan napas terakhir akibat mengalami luka di pinggang sebelah kiri, luka terbuka dan patah pada tulang belakang, kepala sebelah atas luka terbuka. Terdapat pula luka sayatan terbuka pada tangan sebelah kiri.
Satu lainnya bernama Ido. Umurnya 32 tahun. Mengalami luka terbuka pada lengan kiri, luka terbuka pada tangan kiri, luka terbuka pada siku kiri, dan luka terbuka pada punggung kiri. Ia kini mendapat medis di Puskesmas Manipi, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.
Informasi yang diperoleh BKM menyebutkan, penyebab duel hingga salah satunya meregang nyawa ini terjadi ketika terduga pelaku Ido dan istrinya Nia (putri dari Hasan) terlibat cekcok dan telah pisah ranjang selama tiga minggu. Nia dan korban Hasan kemudian tinggal di rumah salah satu anak Hasan bernama Timan, tidak jauh dari lokasi kejadian.
Diduga karena ditekan dan diancam hendak dibunuh oleh Ido yang tidak lain menantu dari Hasan, pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 Wita, Ido dan Hasan bertemu di rumah tempat memasak gula aren di belakang rumah Hasan. Ketika itu diduga terjadi percecokan antara pelaku dan korban, hingga akhirnya terjadi perkelahian yang menyebabkan pelaku dan korban masing-masing mengalami luka terbuka akibat terkena sabetan parang.
Kapolsek Sinjai Borong Iptu Sasmito, mengungkapkan setelah menjalani perawatan di Puskesmas Kecamatan Sinjai Barat, terduga pelaku Ido dibawa ke Mapolres Sinjai guna dimintai keterangan
.
“Iya, ini baru pulang dari lokasi kejadian yang berjarak kurang lebih 4 km naik turun gunung. Terduga pelaku Ido kini sudah berada di Polres Sinjai untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya. (din/c)

