MAKASSAR, BKM — Seorang Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merupakan remaja terpilih. Berbagai macam persiapan dilakukan untuk tampil sempurna hingga hari yang dinantikan, yaitu 17 Agustus.
Mulai dari latihan fisik selama berbulan-bulan hingga latihan mental pun mereka jalani. Momen pengibaran bendera juga selalu yang paling ditunggu. Euforia masyarakat untuk menyaksikan Paskibra menunaikan tugas mulianya selalu dinantikan tiap tahunnya.
Namun, tak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dengan mereka yang bertugas sebagai Paskibra di upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Kamera yang menyorot persiapan prosesi pengibaran bendera yang berlangsung di Lapangan Upacara Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, Rabu (17/8), menangkap sebuah insiden yang tak pernah dikira sebelumnya. Sepatu kanan seorang Paskibra perempuan terlepas dari kakinya. Walau begitu, ia tetap melangkah dengan tegap menggunakan kaos kaki panjang tanpa mengenakan sepatu.
Tentu saja pemandangan itu membuat sejumlah peserta upacara lainnya salah fokus. Tidak terkecuali bagi para penonton di luar pagar.
Mereka tampak ikut mencemaskan kondisi peserta yang berarti harus melanjutkan kegiatan tanpa sepatu. Sementara matahari sedang terik ketika pengibaran bendera berlangsung.
Tapi, insiden tersebut tidak mengganggu sang Paskibra. Dia tetap mengikuti aba-aba barisan dengan baik saat mengiringi dan mengantarkan pengibaran bendera.
Seperti diketahui, ada 73 orang Paskibra yang ditugaskan pada pengibaran bendera di Rujab Gubernur Sulsel. Dari jumlah itu, 37 orang di antaranya laki-laki dan 36 perempuan. Mereka adalah pelajar terbaik dari SMA, SMK dan MA, baik negeri dan swasta di Sulsel.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Sulsel Andi Arwien Azis, mengatakan insiden yang terjadi saat persiapan pengibaran bendera lebih dikarenakan non teknis. ”Ada pasukan pengapit yang langkahnya mengenai kaki salah satu anggota Paskibra yang mengakibatkan sepatunya lepas.
Kena ujung sepatu dari anggota pengapit. Jadi tadi pas terinjak, lepas. Tapi bendera bisa berkibar dengan baik dan berhasil. Ini insiden non teknis,” ujar Arwien usai upacara.
Kata Arwin, formasi para anggota Paskibra tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Mereka melakukan variasi barisan baru dengan angka 77.
“Itu sesuai dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-77. Tahun ini dilaksanakan dengan kondisi pasukan lengkap dan variasi baru. Membentuk angka 77,” terangnya.
Pada upacara ini, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta para pejabat lingkup Pemprov Sulsel.
Penghargaan Vaksinasi
Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengganjar penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berdedikasi dalam capaian vaksinasi di daerah ini. Mulai dari sopir hingga rektor beberapa universitas memperoleh penghargaan itu.
Adapun pihak-pihak yang memperoleh penghargaan itu yakni dari unsur juru kemudi mereka adalah Andi Tenri Abeng, Andika Arifriyanto, Junaedi, Aan Hadrianto, Aliras, dan Dody. Sementara dari unsur relawan vaksinasi, yaitu Amirullah, dan Fitriani.
Dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mereka adalah kepala Dinas Kesehatan Sulsel, direktur RSUD Labuang Baji, direktur RSUD Haji, direktur RSUD Sayang Rakyat, direktur RS Siti Fatimah, direktur RS Pertiwi, direktur RAKD Dadi, dan Direktur RSKD Gigi dan Mulut.
Sementara untuk unsur pejabat daerah, yakni kapolda Sulawesi Selatan, panglima Kodam XIV Hasanuddin, kepala Kejaksaaan Tinggi Sulsel, dan kepala Badan Intelejen Negara Daerah Sulsel.
Para penerima penghargaan itu dinilai telah berperan aktif dalam pencapaian vaksinasi di Sulsel hingga mencapai 70 persen pada tahun 2021.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo-SP) Sulsel Amson Padolo mengungkapkan, penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi Pemprov Sulsel kepada para pihak atas dedikasinya membantu pemerintah untuk meningkatkan imunitas masyarakat melalui vaksinasi.
“Di momen yang sangat penting ini, kami mengapresiasi kinerja tim yang telah berdedikasi. Ini kan temanya pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Salah satu momentumnya itu adalah keberhasilan Forkopimda dan tim medis, serta pihak lain dalam mengatasi covid-19. Makanya, dalam momen penting ini kami serahkan penghargaan seperti itu,” katanya seusai upacara.
Selain itu, sejumlah pihak dari unsur pendidikan juga diganjar penghargaan serupa. Mereka adalah rektor Universitas Hasanuddin, rektor Universitas Muslim Indonesia, rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, dan rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Arman Bausat, menyebut bahwa keempat perguruan tinggi tersebut banyak terlibat dalam menggaet dan melayani vaksinasi covid-19 di masyarakat.
“Mereka yang banyak memberikan sosialisasi terkait manfaat vaksin covid-19 serta membantu lewat tim vaksinator yang telah teruji kepiawaiannya sebagai vaksinator,” kata Arman.
Tidak sampai di situ, sejumlah kampus, seperti Unismuh dan UMI bahkan mengerahkan mobile vaksinator untuk menjangkau daerah-daerah.
“Unismuh dan UMI memiliki mobile vaksinator. Bahkan UMI menetap selama sebulan di Takalar. Ini yang perlu diapresiasi. Sedangkan Unismuh menyebar ke berbagai daerah Sulsel,” terangnya.
Arman menyebut, kampus-kampus tersebut juga mengerahkan para dokter muda untuk terjun langsung melakukan skrining vaksinasi covid-19.
Pada momen HUT RI kali ini, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris ASN anggota Korpri Dinkes Sulsel atas nama Markus Patete sebesar Rp42 juta, dan Non-ASN Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulsel atas Nama Zulhaeri sebesar Rp118 juta. (jun)

