MAKASSAR, BKM — Komunitas Send Kebaikan sukses melaksanakan kegiatan Mengabdi Sejuta Arti (Mentari) Volume I. Ini merupakan program yang dibuat oleh Send Kebaikan, yang merupakan wadah pengembangan diri bagi pemuda-pemuda di seluruh Indonesia, terutama Sulawesi Selatan.
Mentari I berlangsung sejak Jumat, 2 September 2022 di Desa Lembanna, Malino, Kabupaten Gowa. Fokusnya pada tiga bidang yang menjadi faktor penentu kesejahteraan dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu pendidikan, lingkungan dan ekonomi kreatif.
Muh Nurtasriq Rusnawan selaku ketua panitia, menuturkan bahwa tema yang diangkat merupakan suatu kampanye atau ajakan kepada kaum milenial agar aktif berkontribusi dalam menuntaskan permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
“Tema dari kegiatan kali ini ialah Empowering Millennials Spirit and Role for Our Land. Diusungnya tema ini bertujuan untuk mengajak kaum milenial ikut memberikan kontribusinya secara nyata dalam memberikan ide kreatif dan solusi yang inovatif guna menuntaskan permasalahan yang ada di masyarakat,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Tasriq ini.
Mentari Volume I melibatkan volunteer (relawan) yang sebelumnya telah melalui proses seleksi oleh panitia dan pengurus Send Kebaikan. “Ada 35 volunteer yang terlibat dalam kegiatan ini. Sebelumnya mereka telah melalui proses perekrutan dari seleksi berkas, wawancara, meet-up project, hingga pengumuman akhir,” terang Tasriq.
Dijelaskan Tasriq, tujuan pelaksanaan Mentari adalah untuk menarik minat masyarakat dan membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi, serta memperkenalkan Komunitas Send Kebaikan.
”Kegiatan ini juga hadir untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kota/desa. Sekaligus sebagai wadah penjaringan serta regenerasi anggota dari komunitas Send Kebaikan,” jelasnya.
Amira Nur Khalifah salah satu volunteer yang mengikuti kegiatan ini, mengatakan ajang Mentari yang menerapkan konsep kerelawanan membuat suasana fun, serta mampu menciptakan momen yang memorable alias tak terlupakan.
“Mentari yang berupa kegiatan relawan, di dalamnya terdapat banyak program kerja. Aktivitas seperti membuat social project, belajar bersama anak-anak di sekolah dan membuat kampanye lingkungan. Suasana selama ikut Mentari sangat fun, baik volunteer maupun fasilitatornya juga sama-sama bisa menciptakan momen, di mana keduanya bisa merasa comfort meskipun baru kenal. Semuanya terstruktur, tidak terkesan monoton. Makanannya enak, dan sangat memorable tentunya,” kata Amira, panggilan akrabnya.
Ia pun berharap kegiatan Mentari tidak berhenti sampai di sini, tapi ada kegiatan yang berkelanjutan. ”Semoga Mentari tidak berhenti sampai sampai sini. Semoga kegiatannya berkelanjutan dan akan tetap terus bersama, menjalin silaturrahmi dan solidaritas sesama,” imbuhnya.
Tasriq selaku ketua panitia berharap kegiatan Mentari dapat membawa pengaruh positif kepada seluruh masyarakat.
”Semoga setelah dilaksanakannya kegiatan ini kita semua dapat mentransfer nilai-nilai positif kepada masyarakat umum, sadar akan kebersihan lingkungan di sekitaran kita yang semakin hari semakin memprihatinkan,” tandasnya. (rls)

