MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar perlu bersiap-siap, akan banyak titik-titik rawan banjir yang belum mampu diatasi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar bahkan mengkritik drainase yang belum rampung dan belum dilakukan pengerukan.
Menurut anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Andi Astiah, mengatakan, ada banyak sekali titik yang rawan banjir di musim hujan ini. Pemerintah kota Makassar seharusnya mempercepat penyelesaian drainase, sebab dengan pengerjaan drainase di tengah intensitas hujan yang tinggi justru membuat biaya pengerjaan akan lebih tinggi.
“Memang lambat sekali ini proyek drainase dan jalan. Sekarang ini hujan mulai intens, jadi kalau mau dikerjakan sudah terlambat karena akan banyak biaya yang keluar seperti pengangkatan sedimen yang cukup memakan waktu, butuh tenaga dan biaya besar,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Kamis (6/10).
Lanjut Legislator Fraksi PKS Makassar ini , kebanyakan aspirasi masyarakat meminta secepatnya perbaikan drainase dan jalan. Hingga kini, masih ada beberapa titik yang belum rampung, bahkan sudah menjadi rawan terdampak banjir diantaranya di daerah Toddopuli, Minasupa, Tamangapa, dan Abdullah Dg Sirua, Kodam Tiga, Jalan Perintis, BTN Hamsi dan di Kecamatan Biringkanayya.
“November ini pengerjaan jalan drainase sudah harus jalan dan upaya ini bisa diselesaikan sebelum musim hujan lebih intens lagi. Sekarang ini sejumlah daerah rawan tergenang kembali, dan kita sudah bisa pastikan itu,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar, Hamzah Hamid, juga mengungkapkan, pemkot perlu memikirkan langkah apa yang saat ini diambil dalam melakukan perbaikan drainase. Apalagi, dari hasil laporan warga sedimen yang dihasilkan cenderung akan meningkat ditambah intensitas hujan yang menbawa sedimen tersebut.
“Belum dikerja sama sekali dan pemkot tunggu aduan warga, seharusnya sudah ada titik yang memang rawan sudah dikerjakan. Sampai banjir kayak kemarin, harusnya cepat dikerjakan nanti dikelurahan dan kecamatan hrus turunkan satgasnya,” tuturnya. (tta)

