RIBUAN alumni Universitas Bosowa (Unibos) akan menghadiri gelaran Temu Nasional dan Musyawarah Besar (Tenas-Mubes) IKA Universitas Bosowa pada 5-6 November pekan ini. Ada sejumlah kegiatan besar yang akan dilaksanakan. Salah satunya perhelatan demokrasi, yakni pemilihan ketua umum IKA Unibos.
RENCANA pelaksanaan kegiatan ini terungkap dalam wawancara BKM dengan Ketua Panitia Tenas-Mubes IKA Unibos yang juga Ketua Panitia Penjaringan Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Bosowa Ir Jamaluddin Nawir,MM, serta Sekretaris Panitia Hasan Basri,SE, Selasa (1/11) di studio BKM Lantai III Gedung Graha Pena.
Jamaluddin Nawir menjelaskan, penjaringan bakal calon ketua IKA sudah dilaksanakan sejak 20 Oktober hingga 30 Oktober. Di tanggal 1 November telah ditetapkan dua calon ketua IKA yang akan memaparkan gagasan dan visi dan misinya pada pemilihan ketua IKA Unobos di Gedung Menara Bosowa, 5 November mendatang.
“Dua kandidat bukan untuk berkompetisi atau memperebutkan tahta. Tapi pesta demokrasi untuk saling mencari simpati dari para alumni itu sendiri di seluruh Indonesia. Mari kita terus bersenergi di IKA Unibos,” jelas Jamaluddin.
Dua kandidat yang akan maju di Tenas-Mubes IKA Unibos, yakni Dr Ir Satria Majid,ST.,MT, praktisi di Sulsel yang juga ketua Inkindo Sulsel dan merupakan alumni Fakultas Teknik. Satu calon lainnya adalah Dr H Baba,MM yang saat ini menjabat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang.
”Dr H Baba merupakan alumni Unibos tahun 1987 dari Fakultas Ekonomi. Ia juga ketua IKA Fakultas Ekonomi serta keluarga dari pengusaha tambang di Raja Ampat dan cukup dikenal,” jelas Jamaluddin.
Ia berharap agar kedua calon ketua IKA ini bisa saling membantu mempersiapkan program untuk membawa IKA Unibos yang lebih baik lagi. ”Jagalah persaudaraan dan kekeluargaan dan lakukan sinergi yang harmoni,” ujarnya.
Ditanya soal mekanisme dan persyaratan calon, Jamaluddin menambahkan, mereka adalah alumni Unibos, berwarga negara Indonesia, punyak kepribadian, moralitas dan etika yang baik. Saat mendaftar membawa para pendukung maksimal 30 orang. Namun dalam praktiknya, ada yang membawa pendukung sampai 250 orang. Bahkan diiringi tarian tradisional.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, ada pula agenda pendataan alumni secara kolektif. Sebab, almuni Unibos bukan hanya pada level nasional, tapi juga internasional. Di antaranya ada yang di Belanda.
”Kita ingin ada sinergitas sesama alumni. Bukan cuma merangkul, tetapi akan membantu aktivitas mereka. Salah satu poinnya adalah bagaimana memberdayakan dan membantu seluruh alumni. Kalau bisa buat yayasan dan berkoordinasi dengan seluruh alumni. Buat badan koordinasi usaha. Apalagi, banyak alumi yang sudah cukup berhasil. Ada yang sudah jadi hakim, jaksa dan pengacara. Bahkan ada mantan kapolda di Maluku. Saya mencoba melakukan pendataan secara nasional dan juga profesinya. Karena itu, kita angkat tema Sinergi Untuk Indonesia,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Hasan Basri menjelaskan, saat ini persiapan panitia sudah 80 persen. Publikasinya juga sangat terbantu dari media, termasuk BKM. ”Kesyukuran kami, karena alumni juga ikut berkontribusi dan bersedia pajang fotonya saat ini dan punya banyak peran strategis,” imbuhnya.
Ia mencontohkan pemasangan baliho Jamaluddin Nawir yang juga ketua Gapensinas. Juga turut membantu, politisi senior PDI Perjuangan Andi Ridwan Witiri dan Armin Tompotiri.
“Mari kita sama-sama meramaikan momentum lima tahunan seperti ini. Di hari pertama ada seremonial, tahapan mubes, hingga pemilihan siapa yang menakhodai IKA Unibos selama lima tahun ke depan. Selain itu, untuk kegiatan temu nasional yang dilaksanakan di Pantai Indah Bosowa telah banyak persiapan, seperti menu ikan bakar dan cobek-cobeknya,” ungkap Hasan.
Menurut Jamaluddin Nawir, peserta yang akan hadir merupakan alumni yang bermukim di Pulau Jawa, Ternate, Ambon dan Aceh, serta provinsi lain di Indonesia.
“Terima kasih atas bantuan dan suport dari Founder Bosowa Group HM Aksa Mahmud, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel, Rektor Unibos Prof Rahmat Batara, ketua IKA fakultas, para dekan, pembantu dekan ketua prodi di kampus, para pengusaha. Kami tidak mampu ada di sini jika mereka tidak ada,” jelas Jamaluddin Nawir.
Selain itu, ia juga banyak berterima kasih atas kontribusi dari Dr Kharuddin Camadi, sekkab Barru, dan sekkab Enrekang.
“Kita mengangkat tema pariwisata, yakni bagaimana memberikan pengenalan menu tradisional nusantara, kue barongko, pisang epe, coto, pallubasa. Ini disajikan saat Mubes di Menara Bosowa. Sementara di pantai ada ikan bakar dan racak mangga, sayur santan akan disajikan saat temu nasional di Pantai Bosowa. Dengan cara ini para peserta bisa mengenal lebih jauh tentang Makassar. Ini semua sumbangan dari alumni yang telah berhasil. Saya juga berterima kasih ke panitia yang bekerja dengan baik. Sekarang tinggal sedikit lagi selesai. Sisa benahi gedung dan dekorasi panggung,” terangnya.
Untuk lengkapnya, wawancara keduanya bisa disaksikan di media sosial Facebook Berita Kota Makassar. (war)

