pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Waspadai Predator Seksual Anak di Sekitar Kita

MAKASSAR, BKM — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Achi Soleman meminta warga untuk mewaspadai kehadiran predator seksual pada anak di sekitar kita.

Menurutnya, berbagai macam modus bisa dilakukan para predator untuk bisa manfaatkan anak secara seksual.
Salah satunya dengan grooming online. Para predator mencari anak yang potensinya sangat besar untuk bisa dimanfaatkan melalui media sosial.
“Pertama chat-chat perkenalan, nanti pembicaraannya sudah mengarah ke hal-hal yang bersifat seksualitas. Jadi memang anak sangat rawan mengalami grooming. Ini perlu dipahamkan dan diedukasi agar hati-hati menggunakan media sosial,” kata Achi dalam kegiatan yang digelar Dinas Kominfo Kota Makassar bertajuk Suara Mahasiswa bertema Peran Medsos dalam Membentuk Karakter Generasi Muda, Kamis (10/11) di Hotel Aston Makassar.

Modus lain yang dilakukan secara nyata adalah meminjamka ponsel untuk anak bermain game. Selanjutnya ketika anak sudah asik bermain, sang predator membujuk anak untuk melakukan hubungan seksual dengan ancaman tidak akan meminjamkan ponsel lagi untuk bermain game.
Ada juga yang diiming-imingi makanan atau pemberian hadiah kepada anak yang diincarnya.
Achi mengaku kasus seperti itu ada yang terjadi di Makassar. Bahkan masuk dalam ranah penanganan Dinas P3A melalui UPTD dengan melibatkan tim reaksi cepat (TRC).

“Tahun 2021 lalu, ada beberapa kasus yang kami tangani. Bahkan yang sangat memprihatinkan pelaku juga ada yang masih berkategori anak dengan usia di bawah 18 tahun,” imbuhnya.
Menurutnya, masyarakat khususnya dalam lingkup keluarga sangat penting untuk melaksanakan program Jagai Anakta yang didengungkan Pemkot Makassar.
Pengawasan dan penjagaan terhadap anak tidak hanya harus dilakukan di dunia nyata melainkan juga di dunia maya.
“Karena kekerasan tidak hanya ada di depan mata kita, tapi juga kekerasan bersifat dunia maya bisa terjadi di manapun. Apalagi sekarang dunia dalam genggaman kita. Penggunaan ponsel, medsos sangat berpotensi besar untuk terjadinya kekerasan seksual pada anak,” tegasnya.
Dia menambahkan, sangat penting ada keterlibatan dalam berbagai stakeholder, termasuk para mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang ambil bagian dalam mencegah fenomena predator seksual pada anak terjadi.
“Jika ditemukan sesuai yang mencurigakan, baik di dunia Maya ataupun di sekitar, bisa segera dilaporkan agar tidak terjadi sesuai yang tidak diharapkan,” tandas Achi. (rhm)




×


Waspadai Predator Seksual Anak di Sekitar Kita

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link