GOWA, BKM — Entah dapat anak panah dari mana. Yang pasti, seorang bocah berusia 12 tahun berinisial FAN nekat melukai temannya sendiri MRA yang juga berumur 12 tahun dengan cara memanahnya.
Anak panah yang terbuat dari besi itu nyaris membuat MRA mengalami kebutaan. Beruntung, benda tajam itu tertancap di alis sebelah kiri MRA yang sudah yatim ini. MRA sendiri adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya sudah lama meninggal dunia.
Aksi nekat bocah SDN Bontonompo ini terjadi usai bertengkar dengan temannya sesama sekolahan tersebut di tempat mereka mengaji di sebuah masjid Dusun Bu’nea, Kelurahan Bontonompo, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Kejadiannya Jumat (25/11) lalu pada pukul 17.30 Wita. Usai kejadian, FAN langsung diamankan petugas Polsek Bontonompo.
Masalah ini dibenarkan Lurah Bontonompo Syarifuddin Tompo. Saat dikonfirmasi BKM, Minggu (27/11), Syarifuddin Tompo mengatakan, pada Sabtu kemarin dia bersama aparat kelurahan lainnya telah menjenguk kondisi korban di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Ia bertemu dengan ibu korban Djumalia Dg Nginga.
“Iya, kami sudah menjenguk korban di RS Wahidin dan bertemu ibunya. Lukanya tepat di alis tertancap anak panah busur. Kami sebagai pemerintah kelurahan telah melakukan pendekatan persuasif agar kejadian ini diserahkan kepada pihak kepolisian. Biarkan polisi yang menyelesaikannya. Kami berusaha mencegah adanya perselisihan di antara kedua pihak keluarga gegara masalah anak ini,” terang Syarifuddin Tompo.
Di saat bersamaan, Dg Rani selaku orang tua FAN ikut datang menjenguk kondisi korban. Ayah pelaku menyampaikan permohonan maafnya atas kelakuan anaknya.
“Saya datang meminta maaf atas kesalahan anak saya. Saya minta maaf atas perbuatannya,” kata Dg Rani, disampaikan Lurah Bontonompo yang melakukan pendekatan persuasif kepada kedua belah pihak.
Syarifuddin Tompo pun mengimbau kepada remaja di wilayahnya untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan dan hukum. “Usia remaja, apalagi istilahnya ABG itu adalah masa-masa transisi anak-anak ke remaja. Mereka sangat rentan dengan pengaruh lingkungan dalam pergaulan. Gampang terpengaruh dan terprovokasi. Karena itu, selaku pemerintah kelurahan saya mengajak para orang tua dan masyarakat secara umum untuk selalu mengawasi perilaku anak. Lingkungan sangat berpengaruh besar dalam membentuk pribadi seorang anak. Sebagai orang tua mari kita awasi anak kita dan pantau setiap kegiatannya. Apalagi jika anak kita sudah mulai mengenali busur dan jenis senjata tajam lainnya,” tandas Lurah Bontonompo.
Kanit Reskrim Polsek Bontonompo Iptu Syarifuddin M membenarkan adanya kejadian ini. Kata dia, FAN yang menjadi pelaku dalam kasus ini telah diserahkan ke Polres Gowa di Unit PPA karena terkait anak-anak.
“Setelah diamankan kemarin, kita langsung serahkan ke Unit PPA Polres Gowa untuk ditangani karena menyangkut kasus anak-anak,” ujar Iptu Syarifuddin M. (sar)

