MAKASSAR, BKM — Bagi Anda yang ingin merayakan malam pergantian tahun di ruang terbuka, sepertinya harus berpikir ulang untuk melakukannya. Sebab, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperkirakan hujan deras dan angin kencang berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan. Termasuk di pengujung tahun 2022.
Prakirawan BMKG Rizky Yudha yang dihubungi BKM, Rabu (28/12) menjelaskan, untuk satu pekan ke depan, diperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat bakal terjadi di Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Selain itu, potensi angin kencang juga diprediksi terjadi di wilayah Sulsel bagian barat dan selatan, dengan kecepatan angin diperkirakan mencapai 60 km/jam.
“Jadi secara umum, potensi hujan lebat dan angin kencang diperkirakan bisa terjadi di Sulsel bagian barat dan selatan dalam satu pekan ke depan,” ungkapnya.
Dia merinci, wilayah-wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan kilat/petir dan angin kencang pada hari ini, Kamis (29/12), di antaranya Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Selayar. Sementara pada Jumat (30/12), yakni Parepare, Barru, Pangkep, Soppeng, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Selayar.
Sementara di pengujung tahun 2022, pada Sabtu (31/12), ada delapan daerah yang diperkirakan mengalami hujan lebat disertai angin kencang. Di antaranya Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Selayar.
“Jadi, diimbau untuk warga yang bermukim di daerah-daerah yang diprediksi bakal turun hujan lebat, agar senantiasa waspada,” imbuhnya.
Sementara itu di Makassar, warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah masih bertahan di pengungsian. Hujan lebat yang tetap mengguyur wilayah ini hingga kemarin membuat pemukiman warga masih banyak yang terendam banjir.
Seperti di Kecamatan Biringkanaya. Menurut Camat Biringkanaya Benyamin Turupadang, hingga kemarin, jumlah warga yang mengungsi di Kelurahan Katimbang sebanyak 418 kepala keluarga (KK) dengan total 1.284 jiwa. Sementara di Kecamatan Paccerakkang sebanyak 42 KK dengan total 158 jiwa.
“Hingga saat ini (kemarin), warga yang masih bertahan di pengungsian sebanyak 460 KK dengan total 1.442 jiwa,” ungkap Benyamin.
Sementara itu, menurut Camat Manggala Andi Fadly, warga yang mengungsi di Kelurahan Manggala sebanyak 260 KK atau 1.127 jiwa, di Tamangapa 6 KK, 27 jiwa, dan di Antang 32 KK dengan total 114 jiwa.
Guna membantu warga yang terdampak banjir, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi bersama Srikandi Pemkot terjun langsung memasak makanan sebanyak 1.800 kotak nasi di dapur umum untuk para pengungsi di Kecamatan Biringkanaya. Dia mengaduk nasi, membilas sayuran, mengangkat ayam dan membuatkan telur goreng yang rasanya dipuji oleh para relawan dan pengungsi.
Menunya beragam, ada nasi putih, ayam, tempe, telur goreng dan sayur. Selain itu, Fatmawati Rusdi juga menyiapkan tambahan sembako dan keperluan anak-anak serta lansia di posko pengungsian. Fatma kemudian masuk ke posko pengungsian untuk mengetahui kebutuhan korban yang masih kurang, sembari menggendong bayi.
Selanjutnya, dengan menumpangi mobil patroli kecamatan, Fatma meninjau banjir di Kelurahan Katimbang Blok Af. Termasuk mengunjungi pengungsi korban banjir yang berada di dalam masjid.
“Apa kebutuhanta di sini pak, ibu? Tabahki semua. Insyaallah kami akan menurunkan sembako dan kebutuhan lainnya seperti selimut, obat-obatan, dan keperluan anak,” tuturnya. (rhm)

