MAKASSAR,BKM.COM–Mendidik anak hingga meraih prestasi menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang ibu. Demikian pula halnya dengan Andi Wirahandayani. Seorang anak perempuannya, Andi Faizah Prajanindya Putri yang masih berusia tujuh tahun, mampu meraih juara di bidang modeling.
IBU dan anak ini menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Andi Wira, sang ibu merupakan guru SD Inpres Tamalanrea 2. Sementara anaknya yang akrab disapa Ica, teleh mengoleksi sejumlah piala dari ajan pemilihan model.
Ica yang masih belia dan baru berumur tujuh tahun, menempati peringkat satu di kelasnya. Ia juga juara satu Fashion Show Busana Adat Tradisional se-Kecamatan Tamalanrea.
. Juara dua Fashion Show Tema Merah Putih. Juara tiga Lomba Got Talent. Juara dua Lomba Fashion Top Model Star. Juara harapan satu Lomba Busana Casual dalam Rangka Hari Ibu
. Serta juara harapan satu Lomba Cosplay Ibu Peri
.
Menurut penuturan Andi Wira, nama Prajanindya yang disematkan untuk putrinya dari kata prajabatan. Ketika melahirkan sang buah hati, Wira baru saja menyelesaikan prajabatan.
Di dunia model, Ica mengawalinya ketika masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Ketika itu ia mendapatkan juara satu, walau hanya latihan sehari. Karena tertarik dan suka, akhirnya Ica menekuni dunia model hingga sekarang.
Sebagai orang tua, Wira tidak pernah memberikan penekanan kepada anaknya untuk mengikuti sebuah kegiatan. Ia hanya melihat potensi yang dimiliki Ica dan mengikuti alurnya sambil memberikan motivasi.
Di waktu senggangnya, Ica yang kelahiran Makassar, 28 Desember 2015
diisi dengan mengikuti sejumlah aktivitas yang bermanfaat seperti karate dan menyanyi. Ibunya berpesan, “Boleh berkegiatan di luar, tapi ingat belajar tetap nomor satu. Kalau prestasinya menurun, setop kegiatan lain”.
Wira mengatur sendiri jadwal untuk Ica. Ia menuliskan jadwanya di kamar anaknya. Mulai dari waktu belajar, mengaji, dan tidur siang. Jika tidak tidur siang, berarti ia tidak bisa main di sore hari, serta mengikuti kegiatan lainnya.
Sebagai ibu, sesibuk apapun dirinya, Wira selalu menomorsatukan anaknya. “Harapan saya ke depannya, baik untuk Ica maupun kakaknya tetap menjadi yang terbaik. Melakukan hal-hal positif. Tidak lupa dengan salat dan mengaji,” ucapnya.
Tentang ayah Ica, Wira menyebut ia berprofesi sebagai anggota TNI. Meski sibuk, sang ayah selalu berusaha mencari cara bagaimana agar anaknya tetap mendapat perhatian sehingga tidak merasa dikesampingkan.
“Kepada ibu-ibu yang ada di luar sana, ayo kembangkan bakat anak, jangan ditekan. Karena anak-anak akan menonjolkan prestasinya saat ia merasa nyaman. Kalau dalam tekanan, mungkin dia punya potensi, tapi tidak bisa memperlihatkan potensi yang ada dalam dirinya. Itu karena ada rasa takut. Biarkan ia seperti pasir. Ibaratnya, digenggam ia akan jatuh, mengawasi tanpa tekanan. Jangan mengikuti keinginan orang tua. Ikuti saja bakat dan minat yang dimiliki anak tersebut. Kita sebagai orang tua berikan saja arahkan kepadanya,” begitu pesan Andi Wira. (*-pkl1/rus)

