MAKASSAR,BKM.COM–SEBUAH organisasi Ikatan Alumni (IKA) di sebuah perguruan tinggi bukan hanya hadir sebagai pendorong bagi kemajuan bersama. Tapi juga pemersatu seluruh alumni. Karena itu, sangat diharapkan bagi semua alumni bisa bergabung di dalamnya.
KETUA IKA Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa (Unibos) 45 Makassar Dr H Baba menjelaskan hal itu ketika menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Ia yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang ini menerangkan tentang begitu pentingnya keberadaan sebuah IKA.
”Semua almuni mestinya bergabung dalam sebuah ikatan alumni. Sebab IKA merupakan salah satu organisasi yang bisa mempersatukan semua alumni. Ketika ada alumni yang tidak masuk dalam komunitas IKA, komunikasi untuk membangun jejaring sulit terwujud. Untuk itu kita pun berharap kepada semua alumni, mulai angkatan pertama hingga yang terakhir bisa masuk dalam IKA dan membesarkannya,” kata H Baba.
Ia menjelaskan tentang program organisasi yang dipimpinnya. Program pertama IKA FE Unibos 45 adalah membangun database alumni agar valid. Alasannya, banyak hal yang bisa dilakukan jika hal itu bisa terwujud. Misalnya, jika ada alumni yang hendak ke luar Sulsel sudah bisa mengetahui siapa alumni yang ada di daerah yang akan dituju. ”Itulah gunanya membangun jejaring,” ujarnya.
Disebutkan, hingga saat ini Unibos telah 36 kali menggelar wisuda. Setiap wisuda rerata ada 200 orang dari Fakultas Ekonomi. Hingga saat ini jumlah alumni sudah mencapai 7.000-an orang.
Dari jumlah itu pasti sudah ada yang sukses, baik di bidang privat, entrpereneur, pendidikan, serta sektor lainnya. Karena itu, sangat diharapkan alumni yang sudah meraih sukses dapat berbagi tentang kiat keberhasilannya kepada adik-adik alumninya yang baru lulus kuliah untuk bisa mengikuti jejaknya. Termasuk memfasilitas mereka guna mendapatkan pekerjaan.
“Kepengurusan kami untuk periode 2022-2027 masih baru. Untuk tahap awal kita menjalankan program kerja penataan organisasi, pengadaan sekretariat, dan menata database alumni. Apalagi, kami sudah melakukan muswil, pelantikan dan sudah rapat membahas program kerja. Yang kita susun adalah program kerja yang bersentuhan langsung dalam upaya membantu pemerintah daerah di bidang pembangunan. Ada beberapa program yang dijalankan untuk memfasilitasi MoU dengan stakeholder terkait, baik pemerintah daerah, entrepreneur, dan pengusaha. Sebab banyak alumni yang telah sukses di sektor swasta,” terangnya.
Diakui H Baba, peran alumni begitu penting. Apalagi di era transformasi seperti sekarang ini yang begitu cepat. Begitu pula dengan semakin majunya teknologi.
“IKA hadir untuk memberikan dukungan dan akses kepada alumni yang hendak berusaha bisa mendapatkan permodalan. Ada beberapa bank yang sudah dilakukan MoU, khususnya permodalan. Sebab ada banyak alumni yang memiliki ide dan gagasan tapi tidak memiliki modal,” ungkapnya.
Sementara di bidang sosial budaya, hubungannya dengan kegiatan sosial seperti musibah banjir atau kebakaran, menjadi salah satu bagian program IKA FE. Bidang pengembangan profesi juga ada. Termasuk bidang pendanaan yang telah membuka rekening. ”Alhamudilillah kalau ada alumni yang bisa memberi bantuan untuk kemajuan organisasi,” imbuhnya.
Di Fakultas Eknomi Unibos 45 saat ini terdapat tiga program studi. Masing-masing Prodi Ekonomi Pembangunan, Manajemen, serta Akuntansi.
H Baba mengungkap, bahwa ada ”penyakit” generasi saat ini yang sangat berharap buisa menjadi seorang pegawai negeri sipil. Padahal, menurutnya, ada banyak peluang bagi mereka untuk bisa membuka lapangan kerja.
”Itulah pentingnya jejaring. Karena ada banyak alumni yang sudah sukses di bidang usahanya dan butuh tenaga kerja. Kalau ada alumni yang punya kompetensi untuk itu, kenapa bukan mereka yang direkrut,” kata H Baba.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi yang kian intens antara IKA fakultas dengan IKA universitas agar terjalin kerja sama yang baik. Salah contoh yang disebutkannya, Pemkab Enrekang telah menjalin kerja sama dengan pihak kampus. Bahkan pada peringatan hari jadi Enrekang ke-63, akan dilakukan penandatanganan perpanjangan kerja sama periode berikutnya.
Di akhir wawancara, H Baba menjelaskan tentang dua kegiatan akbar yang akan dihelat di bulan Februari dan Maret. Yakni Hari Jadi Kabupaten Enrekang yang diperingati pada 25 Februari. HUT Enrekang yang jatuh pada tanggal 19 Februari akan dilaksanakan upacara di seluruh kecamatan. Sementara para puncak HUT di 25 Februari dijadwalkan dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Dalam kegiatan tersebut, menurut H Baba, IKA akan hadir untuk meramaikan sejumlah agenda kegiatan, seperti pameran. Alumni yang memiliki UMKM akan disiapkan stand untuk mengisinya.
Kegiatan besar lainnya, yakni Muswil Muhammadyah yang akan dilaksanakan 3-5 Maret. Enrekang ditunjuk sebagai tuan rumah. H Baba dipercaya sebagai ketua panitia lokal.
“Kami menyiapkan fasilitas sarana dan prasarana untuk suksesnya muswil. Agendanya pemilihan pengurus baru, laporan pertanggungjawab pengurus. Termasuk dilaksanakan Muswil Aisyiyah. Isyaallah yang akan hadir sebanyak 6-7 ribu orang. Harapan di dua kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, ada pendapatan tambahan dari masyarakat di situ seperti usaha mikro,”jelasnya.
Ditanya pandangannya selaku ketua IKA, Sekkab Enrekang, dan pengamat ekonomi terkait pembangunan di Bumi Massenrempulu, H Baba mengatakan, dilihat dari sisi ekonomi pascapandemi covid cukup bagus. Di era pandemi 1999-2020 pertumbuhan ekonomi Enrekang 1,25 persen. Angka itu jauh lebih baik karena tidak minus.
”Kenapa itu bisa tercapai? Karena Enrekang merupakan daerah yang maju di sektor pertanian dan perkebunan, sehingga tidak terpengaruh pandemi. Bahkan di 2021 pascacovid, pertumbuhan ekonomi Enrekang mencapai 6,3 persen. Peringkat empat terbesar di Sulsel dan ini luar biasa,” tandasnya.
Kebijakan Bupati Enrekang H Muslimin Bando telah mendodong petani bisa meningkatkan produktivitasnya. Termasuk strategis membangun infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi hingga di tingkat desa dan manfaatnya telah dirasakan langsung masyarakat. Meski infrastruktur merupakan investasi jangkan panjang, tapi langsung dirasakan. Seperti dulunya jalanan rusak biaya produksi tinggi, tetapi setelah infrastruktur baik, maka cost atau pengeluaran oleh masyarakat juga makin berkurang.
Apalagi dengan adanya ibu kota negara (IKN) di Penajam, Kalimantan. Enrekang menjadi satu satunya daerah yang bisa memberi kontribusi terhadap pangan, seperti bawang merah dan sayur sayuran. ”Adanya IKN positif bagi pertumbuhan ekonimi Enrekang,” kuncinya. (war)

