MAKASSAR,BKM.COM–MENJELANG Ramadan, Pengurus Daerah (PD) Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) Kota Makassar mengagendakan pemetaan dan evaluasi materi dakwah. Hal itu rencananya dibahas dalam refreshing dai yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
MENJADI tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Ketua PD IDMI Makassar Ustaz Supriandi menjelaskan, kepengurusan periode 2023-2027 yang dipimpinnya akan dilantik pada 25 Februari 2023. Jumlahnya sebanyak 25 orang yang teruang dalam SK dan sudah diterbitkan.
Kandidat doktor di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) ini menjelaskan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan usai pelantikan. Di antaranya mencari mitra dan bersinergi dengan pengurus masjis, sekolah,
majelis taklim, serta Pemkot Makassar.
”Untuk di sekolah, kita programkan menyampaikan dakwah tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba serta geng motor. Kemitraan dengan masjid berupa khutbah Jumat, tarawih serta kegiatan lain yang dibutuhkan masjid dan masyarakat. Termasuk untuk ceramh takziah dan hari besar keagamaan, hingga mengurus jenazah,” jelas Supriandi.
Untuk sinergi dengan Pemkot, PD IDMI Makassar turun langsung ke lokasi bencana. Seperti yang dilakukan ketika banjir melanda baru-baru ini. Amalam-amalan yang dilakukan untuk membantu sesama serta menenangkan hati warga yang terdampak.
”Setelah pelantikan, kita akan melaksanakan refreshing dai. Kita menghadirkan dai yang punya potensi untuk berdakwah. Masjid yang sudah bermitra akan diundang untuk ikut. Di sana nantinya kita akan mendengarkan keluhan dan suara-suara dan pengurus masjid. Seperti tentang judul dan durasi ceramah. Kita ingin para mubalig memberikan pencerahan yang mendamaikan,” kata Supriandi.
Menurutnya, dinamika di masjid juga butuh metode veramah baru supaya betul-betul sampai dan tepat sasaran. Termasuk membatasi durasi dalam berdakwah. Apalagi dengan hadirnya media sosial yang menghadirkan ceramah dengan waktu yang singkat.
”Di IDMI diatur durasi ceramahnya agar bisa dinikmati jemaah. Jangan sampai ada rasa bosan yang muncul. Karena biasa ada penceramah yang merasa waktunya merasa sedikit, sementara jemaahnya sudah memberikan tanda,” imbuhnya.
Selain itu, IDMI Makassar juga memiliki aturan dalam berpakaian ketika hendak memberikan ceramah. Misalnya, khutbah Jumat berbeda dengan yang lainnya. Karena itu, para dai anggota IDMI diminta untuk tidak berlebih-lebihan. Ada porsinya masing-masing.
Selain refreshing dai, lanjut Supriandi, ada pula program workshop yang akan dilaksanakan. Tujuannya agar masyarakat bisa menikmati dakwah, pesannya sampai dan memberikan hasil yang maksimal. (*/rus)

