USAI berkunjung ke Maros, Presiden Jokowi datang ke di Pasar Terong. Orang nomor satu RI ini tiba sekitar pukul 17.10 Wita. Kehadirannya langsung disambut antusias dan diserbu oleh pedagang dan warga yang sudah menunggu.
Kendati posisi Jokowi dijaga ketat oleh Paspampres, namun warga yang ada di sana berusaha untuk menerobos barikade agar bisa berfoto bersama presiden.
Tiba di Pasar Terong, Jokowi yang didampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, langsung menyapa para pedagang. Pada momen itu, Jokowi bagi-bagi kaos berwarna putih dan amplop berisi uang kepada sejumlah pedagang.
“Amplop bertuliskan Bantuan Kemasyarakatan Presiden Joko Widodo” dibagikan kepada pedagang yang sebelumnya sudah diminta datanya. Selain itu, ada juga bantuan paket sembako yang disalurkan kepada para pedagang.
Di pasar tradisional tersebut, Jokowi melakukan peninjauan ke beberapa lods pedagang untuk memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat tetap stabil dan terjaga. Jokowi sekitar 30 menit di pasar tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke tempatnya menginap, yakni di Hotel Rinra.
Salah seorang pedagang yang cukup beruntung mendapat amplop berisi uang senilai Rp1,2 juta itu adalah Hadi. Pedagang tempe dan tahu di Pasar Terong itu sangat terharu karena mendapat rezeki nomplok secara tak terduga.
“Alhamdulillah, ini rezeki nomplok. Tidak diduga sama sekali. Berkah Ramadan. Semoga Pak Jokowi sehat-sehat selalu dan bahagia,” ungkapnya.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, usai melakukan peninjauan dengan Jokowi mengatakan, pada dasarnya presiden cukup puas mendengar penjelasan dari para pedagang terkait harga kebutuhan pokok yang cukup stabil.
Kata Danny, memang ada komoditi yang harganya fluktuatif yakni cabai, namun masih dalam batas wajar. Itu karena Pemkot Makassar melakukan intervensi dengan membangun jejaring ke daerah penghasil komoditi untuk selanjutnya dibeli dan dijual dengan harga wajar di Makassar.
Selain itu, sejauh ini Pemkot Makassar konsisten melakukan operasi pasar dengan menjual komoditi-komoditi yang mengalami kenaikan di Makasar. “Pak Jokowi puas sekali dengan harga-harga di Makassar. Harga kebutuhan pokok di Makassar naik turun, namun Pemkot Makassar melakukan intervensi, dengan jejaring di penghasil, agar tidak naik. Cabai cenderung naik turun. Tadinya beras tapi sudah tidak lagi,” tandasnya. (rhm)

