pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sehari Empat Titik Kebakaran, Salah Satunya Hutan Pinus

GOWA, BKM — Cuaca panas akibat dampak El Nino kembali memicu terjadinya kebakaran. Kali ini melanda kawasan hutan pinus yang ada di bagian belakang Taman Pinus Kota Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Si jago merah beraksi sejak Kamis pagi (29/9) pukul 11.00 Wita hingga 15.00 Wita. Dua unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Gowa Rostam Razak yang dikonfirmasi pada pukul 15.15 Wita, kemarin, membenarkan adanya kebakaran lahan di wilayah Tinggimoncong. Ia mengklaim proses pemadaman sudah hampir rampung. Kendati demikian, ia belum mendapat informasi secara pasti berapa luasan lahan yang terbakar.

“Sejak diberi info ada lahan terbakar di Malino, kami langsung kerahkan satu unit armada Damkar dan ada lagi satu unit armada kami yang stay di Malino. Jadi ada dua unit yang melakukan pemadaman. Sekarang proses pemadaman sudah hampir rampung. Sisa titik kecil bara api yang mengeluarkan asap,” ungkap Rostam.
Ia menyebut, dalam sehari pada Kamis kemarin, ada empat titik kebakaran dan rerata lahan. Masing-masing satu titik di Kecamatan Pattallassang tepatnya di kampung Bilayya, dua titik di Kecamatan Somba Opu yakni di Romang Polong dan Panggentungan, serta satu titik di Tinggimoncong yakni Malino. Semua titik itu sudah teratasi.

“Semua yang terbakar adalah lahan. Semoga tidak ada kebakaran rumah warga. Sampai sekarang kita belum tahu sumber api. Namun banyak faktor yang bisa menjadi penyebab. Sekarang musim panas, apa saja bisa terjadi. Kita belum bisa prediksi apa penyebabnya, karena pasti tidak ada yang mau mengaku. Saya tidak bisa memastikan penyebabnya karena kita tidak boleh mengada-ngada, ” terang Rostam lagi.

Khusus di Tinggimoncong, Rostam mengatakan, sebelum kebakaran melanda hutan pinus Malino yang berlokasi di jalur Jalan Pendidikan, sehari sebelumnya terbakar satu lahan, yakni di lapangan tembak yang ada di dekat hutan pinus.

“Tapi kalau yang lapangan tembak itu kejadiannya kemarin dan sekarang sudah aman. Kalau hutan pinus yang memanjang di jalur Jalan Pendidikan itu sebenarnya hampir setiap tahun mengalami kebakaran. Namun sampai saat ini kita belum tahu apa penyebab pastinya. Boleh saja karena pembuangan puntung rokok secara sembarangan. Bisa juga karena ada yang bakar sampah. Tapi mungkin juga karena dampak cuaca panas saat ini sehingga sangat potensi terjadi kebakaran,” jelasnya.

Karena potensi kebakaran sangat tinggi, Rostam pun mengimbau masyarakat Gowa untuk berhati-hati di musim kemarau seperti saat ini. Apalagi suhu panas El Nino saat ini cukup tinggi sehingga sangat berpotensi memicu kebakaran, baik pemukiman warga maupun lahan.

“Saya atas nama Dinas Damkar Gowa meminta jangan membakar sampah, baik malam hari, terlebih di siang hari karena itu berpotensi meluas sampai ke area hutan atau lahan. Apalagi ini musim kemarau, dengan tingkat panas yang cukup tinggi, ” ucap Rostam.

Dia juga mengingatkan kepada para pencinta alam yang sedang melakukan camping di mana saja agar selalu waspada ketika membuat unggun api, memasak dan membuang sampah serta puntung rokok.

“Mari kita sama-sama peduli sekitar dengan tidak membuang puntung rokok yang masih ada baranya. Jangan membakar sampah dan membuat unggun api yang di sekitarnya banyak sampah atau daun kering. Kalau mau buang puntung rokok pastikan itu tidak meninggalkan bara sebelum dibuang ke semak, ” tandas Rostam.
Arifin, salah seorang warga Malino membenarkan jika lahan hutan pinus yang berada di kawasan jalur lingkar Jalan Pendidikan (area belakang taman pinus Malino) memang kerap terbakar. Api dengan mudah menyebar dan membesar karena angin di area pegunungan kerap bertiup kencang. (sar)



×


Sehari Empat Titik Kebakaran, Salah Satunya Hutan Pinus

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link