SAAT ini pemerintah Indonesia lagi gencar-gencarnya mengatur ulang anggaran supaya lebih efisien. Tahun 2025 ini, rencananya bakal ada pemotongan anggaran hingga Rp306,7 triliun. Salah satu alasan utamanya untuk membiayakan program makan bergizi gratis (MBG) yang butuh tambahan dana sekitar Rp100 triliun.
Kebijakan ini katanya buat menghemat pengeluaran yang kurang penting dan dialihkan ke program prioritas nasional.
Banyak yang melihat ini sebagai langkah bagus supaya uang negara tidak terbuang percuma.
Beberapa akademisi juga bilang kalau efisiensi anggaran ini bisa membantu menutup celah korupsi dan bikin pengelolaan uang negara lebih efektif. Jadi, dana yang ada bisa benar-benar dipakai buat kebutuhan masyarakat, bukan malah bocor ke hal-hal yang tidak jelas. Tapi ya tetap, eksekusinya harus benar supaya tidak asal potong sana sini.
Tapi di sisi lain, ada juga yang khawatir pemotongan ini bakal berdampak ke sektor penting, seperti pendidikan. Soalnya, kalau anggaran pendidikan dipangkas, bisa jadi kualitasnya turun, terus biaya kuliah makin mahal. Ini jelas bikin mahasiswa dan orang tua makin keberatan. Padahal, pendidikan itu investasi jangka panjang buat masa depan negara. Kalau sampai dikorbankan, bisa gawat juga.
Sebagai mahasiswa akuntansi, menurutku efisiensi anggaran itu memang penting banget, apalagi buat menjaga keuangan negara tetap stabil. Tapi, cara penerapannya harus hati-hati dan tidak asal potong saja. Pemerintah juga perlu terbuka soal keputusan ini biar masyarakat bisa paham dan tidak ada kecurigaan soal penyalahgunaan dana.
Selain itu, uang hasil efisiensi ini harus benar-benar dialihkan ke program yang memang bermanfaat buat rakyat. Jangan sampai sudah dipotong, tapi malah tidak jelas digunain buat apa. Makanya, pengawasan dari berbagai pihak itu penting banget supaya kebijakan ini benar-benar efektif dan tidak menimbulkan masalah baru.
Jadi, kalau ditanya efisiensi anggaran itu perlu atau nggak, jawabannya jelas perlu. Tapi tetap harus dipikirkan baik-baik supaya tidak ada sektor penting yang dikorbankan. Kalau pemerintah bisa eksekusi ini dengan transparan dan bijak, pasti bakal ada dampak positif buat negara dan masyarakat. (mg4)

